WMC|| Surabaya – Dua perwira terbaik dari jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur kembali menorehkan prestasi gemilang. Dalam momentum Hari Pers Nasional 2026 dan peringatan HUT ke-80 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), AKBP Arbaridi Jumhur dan AKP M. Fauzi diganjar penghargaan bergengsi atas dedikasi mereka di bidang penegakan hukum dan layanan kamtibmas.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung dalam acara puncak yang digelar di Dyandra Convention Center, Kamis (16/4/2026). AKBP Arbaridi Jumhur selaku Kasubdit Jatanras menerima penghargaan sebagai Tokoh Rastra Sewakotama bidang Layanan Kamtibmas, sementara AKP M. Fauzi, Kanit III Ranmor, dianugerahi Tokoh Rastra Sewakotama bidang Penegakan Hukum.

Ketua PWI Jatim, Lutfil Hakim, menegaskan bahwa penghargaan ini diberikan atas kinerja nyata keduanya dalam mengungkap berbagai kasus kriminal menonjol di Jawa Timur. Menurutnya, keberhasilan tersebut berkontribusi besar dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.
“AKBP Jumhur dikenal sebagai sosok yang disegani di dunia reserse kriminal berkat sederet prestasinya. Sementara AKP Fauzi memiliki pendekatan berbeda, yakni melakukan pembinaan terhadap eks pelaku kriminal dengan memberikan akses pekerjaan dan modal usaha,” ungkapnya.
Sejumlah kasus besar yang berhasil diungkap oleh Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim sepanjang 2025–2026 turut menjadi catatan penting, di antaranya kasus pembunuhan dan mutilasi di Ngawi, sindikat pencurian dengan kekerasan lintas provinsi, hingga pengungkapan pembunuhan mahasiswi di Pasuruan.
Menanggapi penghargaan tersebut, AKBP Arbaridi Jumhur menyampaikan rasa terima kasih dan menegaskan bahwa keberhasilan yang diraih merupakan hasil kerja tim, bukan individu semata.
“Keberhasilan dalam mengungkap kasus adalah buah dari kerja keras tim dengan memaksimalkan seluruh sumber daya yang ada,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan pimpinan, instansi terkait, serta partisipasi aktif masyarakat yang turut membantu dalam pengungkapan berbagai kasus kriminalitas.
Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara aparat penegak hukum dan masyarakat mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.(red/tim





