LEBAK – Anggota DPR RI Dapil Banten dari Fraksi Partai Golkar Dapil Banten Adde Rosi Khoerunnisa menegaskan pentingnya menjaga dan merawat tradisi leluhur sebagai bagian dari identitas bangsa. Hal ini disampaikannya dalam momentum perhelatan Seba Baduy yang berlangsung di Pendopo Bupati Kabupaten Lebak, Banten.
Menurut Adde Rosi, Seba Baduy bukan sekadar agenda tahunan atau seremoni budaya, melainkan memiliki nilai filosofis yang sangat dalam. Tradisi ini mencerminkan hubungan harmonis antara masyarakat adat dengan pemerintah, sekaligus menjadi simbol rasa syukur atas hasil bumi yang diperoleh secara lestari.
Ia menilai, masyarakat Baduy telah memberikan teladan nyata tentang bagaimana hidup sederhana, menjaga keseimbangan alam, serta mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal di tengah arus modernisasi. Nilai-nilai tersebut, kata Adde Rosi, justru menjadi fondasi penting dalam membangun peradaban yang berkelanjutan.
Dalam pandangannya, Seba Baduy juga memiliki dimensi strategis yang belum sepenuhnya dioptimalkan, terutama dalam konteks penguatan ekonomi lokal dan pariwisata berbasis budaya. Ia mendorong agar pemerintah daerah dan pusat dapat menjadikan tradisi ini sebagai bagian dari agenda besar pengembangan wisata budaya yang berkelanjutan, tanpa menghilangkan nilai sakralnya.
Adde Rosi menekankan bahwa pelestarian budaya tidak boleh berhenti pada seremoni tahunan, tetapi harus diikuti dengan langkah konkret, seperti perlindungan terhadap masyarakat adat, penguatan regulasi, serta pemberdayaan ekonomi berbasis kearifan lokal. Ia juga mengingatkan pentingnya edukasi kepada generasi muda agar tidak tercerabut dari akar budayanya sendiri.
Dalam konteks yang lebih luas, ia melihat Seba Baduy sebagai pengingat bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari aspek fisik, tetapi juga dari kemampuan menjaga nilai-nilai budaya dan harmoni sosial. Menurutnya, keberhasilan pembangunan justru terletak pada keseimbangan antara kemajuan dan pelestarian tradisi.
Adde Rosi juga menyoroti pentingnya sinergi antara masyarakat adat, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan. Ia menilai, komunikasi yang baik dan saling menghormati menjadi kunci dalam menjaga keberlangsungan tradisi sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat Baduy.
Selain itu, ia mengapresiasi konsistensi masyarakat Baduy dalam menjaga adat istiadat mereka di tengah berbagai tantangan zaman. Baginya, komitmen tersebut menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mempertahankan identitas budaya.
Melalui momentum Seba Baduy, Adde Rosi mengajak seluruh elemen bangsa untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut berperan aktif dalam menjaga warisan budaya. Ia menegaskan bahwa tradisi seperti Seba Baduy adalah kekayaan bangsa yang tidak ternilai dan harus dijaga bersama.
“Ini bukan hanya milik masyarakat Baduy atau Banten, tetapi milik Indonesia. Tugas kita bersama adalah memastikan tradisi ini tetap hidup dan memberi manfaat bagi generasi mendatang,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Adde Rosi berharap agar Seba Baduy terus menjadi jembatan yang mempererat hubungan antara masyarakat adat dan pemerintah, sekaligus menjadi simbol bahwa kearifan lokal tetap relevan dalam menjawab tantangan zaman.





