banner 728x90
Daerah  

Petaka Benang Layangan di Karawang, Seorang Pria Tewas Terluka Parah di Leher.

Img 20260502 Wa0004
banner 120x600

wartamerdeka.com ,”Seorang pria berinisial C (32), warga Desa Mukyasejati, Kecamatan Ciampel, Karawang, dilaporkan meninggal dunia dalam sebuah peristiwa yang terjadi pada Kamis (30/4/2026).
Korban yang berprofesi sebagai buruh harian lepas tersebut sebelumnya ditemukan dalam kondisi kritis di wilayah Ciampel. Ia sempat mendapatkan penanganan medis, namun nyawanya tidak tertolong dan akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Hingga kini, kasus tersebut masih ditangani oleh pihak kepolisian guna memastikan penyebab pasti insiden yang merenggut nyawa korban.
Kasi Humas Polres Karawang, Cep Wildan, menjelaskan bahwa kejadian pertama kali diketahui sekitar pukul 15.30 WIB di Jalan Dusun Kedung Waringin, Desa Kutapohaci, Kecamatan Ciampel.
Saat ditemukan, korban berada di atas sepeda motor dalam kondisi tidak sadar. Ia mengalami luka parah di bagian leher yang mengeluarkan banyak darah.
Petugas dari Polsek Ciampel bersama warga kemudian membawa korban ke RSUD Karawang untuk mendapatkan pertolongan. Namun, setibanya di rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
Sebelum ditemukan, korban sempat berteriak meminta bantuan. Dalam keadaan panik, ia diduga mengatakan bahwa dirinya terkena benang. Keterangan tersebut diperoleh dari dua saksi, yakni Budianto (54) dan Ramadhan (49), yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Menindaklanjuti laporan tersebut, aparat Polsek Ciampel bersama personel Pamapta Polres Karawang dan Tim Inafis segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Berbagai langkah telah dilakukan, mulai dari pemeriksaan TKP, koordinasi dengan Tim Inafis, hingga meminta keterangan dari para saksi serta penyusunan laporan resmi.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kejadian. Dugaan sementara mengarah pada korban yang terjerat benang layangan, meskipun kemungkinan lain masih terus didalami.
Di sisi lain, keluarga korban menolak dilakukan autopsi dan menganggap peristiwa tersebut sebagai musibah. Pihak kepolisian menyatakan tetap menghormati keputusan keluarga, sembari terus mengumpulkan informasi untuk memastikan tidak adanya unsur lain dalam kejadian tersebut.

Penulis: sawijan wmcEditor: sawijan wmc