banner 728x90

Bamsoet Jadi Komisaris Independen PT Lippo Karawaci dan PT Siloam International Hospitals Tbk: Kita Perkuat Transformasi Kesehatan dan Properti!

Img 20260419 Wa0008
banner 120x600

JAKARTA – Mantan Ketua MPR RI ke-15, Ketua DPR RI ke-20 dan Ketua Komisi III DPR RI ke-7, Bambang Soesatyo, secara resmi diangkat sebagai komisaris independen PT Siloam International Hospitals Tbk dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 tanggal 12 Mei 2026. Sebelumnya, dalam RUPST PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) tanggal 8 Mei 2026, Bamsoet juga diangkat sebagai komisaris independen LKPR. Pengangkatan Bamsoet sebagai komisaris independen Siloam dan LKPR diharapkan mampu mendorong pengawasan transformasi sektor kesehatan dan properti nasional di tengah dinamika ekonomi global yang terus berubah.

Di Siloam, Bamsoet bergabung bersama jajaran komisaris yang diisi Yasonna H. Laoly sebagai Presiden Komisaris/Komisaris Independen, serta Andy Nugroho Purwohardono, Sigit Prasetya, James Tobias Hall sebagai komisaris dan David Utama sebagai Direktur Utama. Formasi baru ini memperkuat arah transformasi Siloam yang tengah mempercepat implementasi strategi “Next Gen Siloam”, yakni pengembangan layanan kesehatan berbasis teknologi dan peningkatan kualitas pelayanan medis di seluruh jaringan rumah sakitnya.

Kinerja Siloam sepanjang 2025 mencerminkan tren pertumbuhan yang tinggi. Perseroan mencatat pendapatan Rp 12,8 triliun, EBITDA Rp 2,8 triliun, dan laba bersih Rp 1,1 triliun. Pencapaian ini ditopang ekspansi jaringan rumah sakit premium, peningkatan teknologi medis, serta penguatan layanan onkologi presisi melalui penggunaan sistem CT-LINAC terintegrasi pertama di Asia Tenggara. Kehadiran Siloam Hospitals Surabaya Mochtar Riady Center for Advanced Care serta pengembangan Siloam Hospitals Makassar menjadi bukti konkret perluasan layanan kesehatan modern di dalam negeri.

Saat ini, Siloam mengoperasikan 41 rumah sakit dan 75 klinik yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Didukung lebih dari 2.000 dokter dan sekitar 10 ribu tenaga kesehatan, jaringan ini melayani hampir dua juta pasien setiap tahun. Reputasi globalnya juga terus meningkat, antara lain melalui pengakuan sebagai salah satu perusahaan paling terpercaya versi Newsweek 2025 serta perolehan Silver Medal EcoVadis atas capaian Environmental, Social, and Governance (ESG).

Di sektor properti, penunjukan Bamsoet sebagai Komisaris Independen LPKR mempertegas perannya dalam pengawasan industri yang memiliki multiplayer effect luas terhadap perekonomian nasional. RUPST LPKR juga menetapkan Direktur Utama Indra Yuwana dan susunan komisaris baru yang dipimpin Ginandjar Kartasasmita sebagai Presiden Komisaris/Komisaris Independen, dengan Theo L. Sambuaga sebagai Komisaris Independen serta Anand Kumar, Kin Chan, George Raymond Zage, dan Ketut Budi Wijaya sebagai Komisaris.

Kinerja LPKR pada tahun buku 2025 menunjukkan ketahanan di tengah tekanan makroekonomi. Perseroan membukukan pendapatan Rp 9,03 triliun dan EBITDA Rp 1,37 triliun. Laba bersih tercatat Rp 470 miliar, sementara underlying laba bersih melonjak 57 persen menjadi Rp 630 miliar, mencerminkan perbaikan profitabilitas dan eksekusi operasional yang semakin kuat. Posisi kas yang mencapai Rp 1,96 triliun memperlihatkan disiplin keuangan serta pengelolaan bisnis yang lebih efisien.

Fokus LPKR pada bisnis inti real estate dan lifestyle juga semakin terlihat melalui upaya peningkatan efisiensi berkelanjutan, pengendalian biaya, serta pengurangan utang. Dengan landbank sekitar 1.300 hektare, perusahaan mengembangkan dan mengelola kawasan perkotaan di Pulau Jawa dan Sulawesi, termasuk Lippo Village di Tangerang, Lippo Cikarang di Bekasi, dan kawasan Tanjung Bunga di Makassar melalui entitas anaknya.

LPKR juga memiliki keterkaitan erat dengan sektor kesehatan melalui kepemilikan 29,10 persen saham di Siloam. Selain itu, perusahaan mengelola 59 pusat perbelanjaan di seluruh Indonesia, memiliki kepemilikan 47,45 persen di Landmark REIT yang tercatat di Singapura dengan aset kelolaan SGD 1,5 miliar per akhir 2025, serta mengoperasikan 10 hotel bermerek Aryaduta, lengkap dengan fasilitas country club dan lapangan golf.

Masuknya Bamsoet di dua perusahaan besar tersebut dipandang sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola perusahaan dan memastikan arah bisnis tetap adaptif terhadap perubahan. Di tengah tantangan global, sektor kesehatan dan properti menjadi dua pilar penting yang terus menunjukkan potensi pertumbuhan, sekaligus menuntut kepemimpinan yang kuat, transparan, dan berorientasi jangka panjang. (Dwi)