banner 728x90

Garut Butuh Ide Besar Menembus Pasar Global, Habib Aboe Dorong Hilirisasi Potensi Daerah

File 00000000b210821189ba02a8978aee9a
banner 120x600

GARUT – Anggota DPR RI Fraksi PKS sekaligus anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Habib Aboe Bakar Alhabsyi, mendorong Pemerintah Kabupaten Garut untuk memiliki strategi besar dalam memasarkan potensi unggulan daerah agar mampu bersaing dan menembus pasar internasional. Menurutnya, Garut memiliki banyak komoditas berkualitas dunia, namun masih membutuhkan langkah nyata untuk meningkatkan nilai tambah sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan lebih besar oleh masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Habib Aboe dalam kegiatan BKSAP Day yang digelar di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (6/8/2026). Forum tersebut menjadi ruang dialog antara DPR RI, pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat untuk membahas peluang pengembangan ekonomi daerah melalui kerja sama internasional.

Dalam kesempatan itu, Habib Aboe menyoroti dua komoditas unggulan Garut, yakni minyak akar wangi (vetiver oil) dan industri kerajinan kulit Sukaregang. Menurutnya, kedua sektor tersebut memiliki potensi besar untuk menjadi produk unggulan Indonesia di pasar global apabila dikelola secara lebih modern dan berorientasi pada hilirisasi industri.

“Tantangan terbesar Garut saat ini bukan lagi menghasilkan produk unggulan, tetapi bagaimana memberikan nilai tambah dan nilai jual di pasar global. Minyak akar wangi Garut ini kualitas dunia, tetapi kalau hanya diekspor dalam bentuk bahan baku, nilai tambah terbesarnya justru dinikmati oleh industri parfum di luar negeri seperti Prancis atau Swiss,” ujar Habib Aboe.

Ia menilai sudah saatnya Garut membangun ekosistem industri yang lebih lengkap, mulai dari pusat riset, laboratorium pengujian berstandar internasional, hingga inkubator industri kosmetik, parfum, dan aromaterapi berbasis minyak atsiri lokal. Dengan demikian, komoditas unggulan daerah tidak lagi berhenti sebagai bahan baku ekspor, melainkan berkembang menjadi produk jadi bernilai tinggi yang mampu meningkatkan pendapatan petani, pelaku UMKM, dan daerah.

Selain sektor minyak akar wangi, Habib Aboe juga menaruh perhatian terhadap industri kulit Sukaregang yang selama ini menjadi salah satu identitas Kabupaten Garut. Ia menilai kawasan tersebut memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi pusat perdagangan kulit modern sekaligus destinasi wisata belanja yang mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Mengacu pada keberhasilan industri kulit di Turki, ia menyarankan agar Garut memiliki kawasan perdagangan dan atraksi wisata kulit yang terintegrasi dengan standar pengelolaan limbah yang baik serta memenuhi sertifikasi hijau (green certification). Menurutnya, aspek keberlanjutan kini menjadi salah satu syarat utama dalam persaingan perdagangan internasional.

“Persaingan global saat ini bukan hanya soal kualitas produk, tetapi kepatuhan terhadap standar lingkungan dan pengelolaan limbah. BKSAP DPR RI siap menjadi mitra strategis untuk membuka ruang kerja sama teknis, riset, hingga business matching dengan negara-negara sahabat demi memajukan Garut,” tegasnya.

Habib Aboe menjelaskan, melalui jaringan diplomasi parlemen yang dimiliki BKSAP DPR RI, berbagai peluang kerja sama dengan negara-negara sahabat dapat dibuka, mulai dari pertukaran teknologi, pengembangan riset, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga promosi investasi dan perdagangan. Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas akses pasar internasional bagi produk-produk unggulan Garut.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan ekonomi daerah tidak lagi hanya diukur dari banyaknya hasil produksi, tetapi dari besarnya nilai tambah yang dapat diciptakan di dalam negeri. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, dan pemerintah pusat menjadi kunci agar Garut mampu berkembang sebagai pusat industri berbasis potensi lokal yang berdaya saing global.

Melalui kegiatan BKSAP Day, DPR RI juga berharap diplomasi parlemen dapat memberikan manfaat nyata bagi daerah dengan mempertemukan potensi lokal dengan jejaring internasional. Dengan strategi pemasaran yang tepat, hilirisasi industri, dan penguatan kerja sama global, Garut dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu daerah yang mampu membawa produk unggulan Indonesia semakin dikenal dan diminati di pasar dunia.