banner 728x90

Peringati Waisak 2026, Soedeson Tandra Serukan Kedamaian dan Toleransi Antarumat Beragama

Selamat Hari Raya Waisak 2026 M 2570 Be.di Hari Waisak Yang Suci Ini, Mari Kita Jernihkan Hati,
banner 120x600

JAKARTA – Anggota Komisi III DPR RI, Soedeson Tandra, menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Waisak 2570 Buddhist Era (BE) atau Waisak 2026 M kepada seluruh umat Buddha di Indonesia. Melalui momentum perayaan suci tersebut, politisi Partai Golkar itu mengajak masyarakat untuk memperkuat nilai-nilai kedamaian, cinta kasih, dan toleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ucapan tersebut disampaikan Soedeson melalui akun media sosial Instagram pribadinya pada Minggu (31/5/2026). Dalam pesannya, ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Waisak sebagai momentum refleksi diri guna menciptakan kehidupan yang lebih harmonis dan penuh empati.

“Di Hari Waisak yang suci ini, mari kita jernihkan hati, tenangkan pikiran, dan tebarkan cinta kasih tanpa batas. Semoga semua makhluk berbahagia,” tulis Soedeson dalam unggahan tersebut.

Menurut Soedeson, nilai-nilai yang diajarkan dalam perayaan Waisak memiliki relevansi yang kuat dengan kondisi kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk. Semangat untuk menjernihkan hati dan pikiran dinilai penting dalam membangun rasa saling menghormati serta memperkuat persatuan di tengah keberagaman.

Ketua DPD I Partai Golkar Papua Tengah sekaligus Sekretaris Jenderal DPP MKGR itu menegaskan bahwa toleransi dan penghormatan terhadap perbedaan merupakan fondasi utama dalam menjaga keutuhan bangsa.

Dalam unggahan yang dibagikannya, tampak visual berlatar Candi Borobudur dan patung Buddha yang menjadi simbol spiritual perayaan Waisak. Pada bagian atas terpampang logo Partai Golkar, DPR RI, dan MKGR sebagai representasi berbagai amanah yang saat ini diembannya.

Soedeson juga tampil mengenakan kemeja putih dengan gestur tangan di dada sebagai simbol penghormatan dan ketulusan kepada masyarakat yang merayakan Waisak.

Ia berharap peringatan Waisak tidak hanya dimaknai sebagai perayaan keagamaan bagi umat Buddha, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa untuk terus menumbuhkan nilai kemanusiaan, kasih sayang, dan perdamaian.

“Semangat Waisak hendaknya menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk hidup berdampingan secara harmonis, saling menghargai, dan bersama-sama membangun kedamaian yang berkelanjutan,” ujarnya.

Momentum Waisak 2570 BE tahun ini pun diharapkan semakin memperkuat persaudaraan antarumat beragama serta menjaga harmoni sosial yang selama ini menjadi kekuatan bangsa Indonesia.