SURABAYA – Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI melaksanakan kunjungan kerja ke Pemerintah Kota Surabaya dengan mengusung tema “Peran Diplomasi DPR RI untuk Pembangunan Kota Surabaya: Sinergi dan Kolaborasi”. Dalam pertemuan tersebut, BKSAP mendorong Pemkot Surabaya untuk memperkuat capaian daerah melalui diplomasi luar negeri dan mengoptimalkan kerja sama internasional secara lebih konkret.
Anggota BKSAP DPR RI dari Fraksi PKS Habib Aboe Bakar Alhabsyi memberikan apresiasi tinggi atas berbagai prestasi yang telah diraih oleh Kota Surabaya, termasuk penghargaan dari Mendagri sebagai Terbaik II Tingkat Kota dalam penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting, serta Terbaik I Tingkat Kota untuk kategori Creative Financingpada tahun 2026.
“Pertama-tama, izinkan saya menyampaikan apresiasi atas berbagai capaian Kota Surabaya yang selama ini berhasil menjadi salah satu wajah kemajuan Indonesia,” ujar Habib Aboe saat memberikan sambutan di hadapan Wali Kota Surabaya Dr. H. Eri Cahyadi, S.T., M.T beserta jajaran pemerintah daerah.
Ia menambahkan, Potensi ini menjadi modal yang sangat kuat untuk membawa Surabaya tampil lebih besar di tingkat internasional.
Habib Aboe menilai Surabaya sudah selangkah lebih maju dalam mengembangkan City Diplomacy, yang terlihat dari jalinan kerja sama sister city dengan sedikitnya 7 kota dalam waktu dekat. Namun, ia menekankan agar hubungan internasional tersebut mendatangkan dampak ekonomi yang nyata.
“Nah, tentunya kita tidak ingin kerja sama – kerja sama tersebut berhenti pada aspek ceremonial belaka. Kita harus mendorong kerja sama tersebut bisa menghasilkan investasi, peningkatan perdagangan, hingga transfer teknologi,” tegas Habib Aboe Bakar.
Ia kemudian memberikan beberapa contoh strategis untuk pendalaman kerja sama, seperti mendorong investasi dan transfer teknologi medis dengan Guangzhou, China, yang memiliki rekam jejak FDI masif serta konglomerasi rumah sakit kelas atas. Ia juga menyinggung potensi industri maritim Surabaya seperti PT PAL agar disinergikan dengan Busan, Korea Selatan, sebagai pusat pembuatan kapal terbesar di dunia. Selain itu, kerja sama akademis antara ITS dan Kitakyushu, Jepang, dapat memperkuat transfer teknologi di bidang otomotif dan robotik.
Sebagai lembaga yang memiliki jejaring luas dengan parlemen internasional, BKSAP menyatakan kesiapannya untuk bersinergi dan menjadi mitra strategis Pemkot Surabaya.
“Tentunya akan bagus jika kita melakukan sinergi, sehingga jejaring diplomasi parlemen yang kami miliki dapat dimanfaatkan untuk membuka peluang kerja sama yang lebih konkret dan saling menguntungkan,” pungkas Habib Aboe Bakar.
Melalui kolaborasi ini, BKSAP berharap hasil diskusi dapat ditindaklanjuti menjadi langkah nyata yang memberikan nilai tambah dan manfaat langsung bagi pembangunan kota serta kesejahteraan masyarakat Surabaya.





