WMC||MALANG — Mahasiswa KKN UNIKAMA Baturetno 2026 menggelar pelatihan Digitalisasi UMKM bagi pelaku usaha di Desa Baturetno, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Kamis (13/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 13.30–15.30 WIB di Pendopo Balai Desa Baturetno tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran, branding, pembuatan konten, serta pengelolaan komunikasi dengan pelanggan.
Pelatihan menyasar sejumlah pelaku UMKM lokal, di antaranya penjual tempe, penjual jangkrik, pedagang bakso keliling, serta pelaku jasa servis elektronik.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan dengan teknologi Artificial Intelligence (AI) seperti Google Gemini dan ChatGPT. Materi mencakup pemahaman prompt, penggunaan formula prompt seperti P.T.G.T dan P.A.K.E.T + C, hingga penerapannya dalam membuat ide konten, copywriting, branding, dan materi promosi produk.
Selain AI, peserta juga mendapatkan pelatihan WhatsApp Business sebagai sarana komunikasi sekaligus etalase digital. Peserta dikenalkan dengan fitur profil bisnis, katalog produk, pesan otomatis, quick replies, label pelanggan, status, broadcast, hingga strategi follow-up pelanggan.
Materi disampaikan oleh Yoyok Seby Dwanoko, S.Kom., M.Kom., selaku Dosen Pembimbing Lapangan UNIKAMA, bersama Gaguk Susanto, S.Kom., M.Cs., dengan materi bertajuk “Penguatan Digitalisasi Pemasaran UMKM di Desa Baturetno Kecamatan Singosari Kabupaten Malang melalui Pemanfaatan AI untuk Konten dan Branding Produk.”
Program ini dilaksanakan sebagai respons terhadap sejumlah tantangan yang masih dihadapi UMKM lokal, seperti pemasaran yang masih konvensional, keterbatasan kemampuan digital, belum optimalnya pemanfaatan media sosial dan marketplace, serta kebutuhan untuk membangun branding produk yang lebih kuat.
Pemanfaatan AI dan digital marketing dinilai dapat membantu UMKM memperluas jangkauan pasar, menekan biaya promosi, mempercepat pembuatan konten, meningkatkan daya saing produk lokal, serta membuat pengelolaan usaha menjadi lebih efisien.
Melalui pendampingan tersebut, pelaku UMKM diharapkan tidak hanya mampu mengenal teknologi, tetapi juga dapat menggunakannya secara mandiri dan berkelanjutan. Pemanfaatan WhatsApp Business, misalnya, dapat terus dilakukan melalui katalog produk, quick replies, label pelanggan, status, broadcast yang tepat, serta evaluasi respons pelanggan.
Program Digitalisasi UMKM ini menjadi salah satu upaya KKN UNIKAMA Baturetno 2026 dalam mendorong transformasi digital masyarakat desa sekaligus membuka peluang bagi produk-produk lokal untuk menjangkau pasar yang lebih luas.(Yok/Kry)





