TOBA – Anggota Komisi X DPR RI Adde Rosi Khoerunnisa melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) Reses di Kabupaten Toba, Sumatera Utara, dengan menitikberatkan pada penguatan sektor pendidikan serta pelestarian budaya sebagai bagian dari pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Dalam kunjungannya, Adde Rosi tidak hanya melakukan peninjauan lapangan ke sejumlah sekolah dan lembaga pendidikan, tetapi juga menyerap langsung aspirasi masyarakat, tenaga pendidik, serta pemangku kepentingan daerah. Ia menilai bahwa tantangan pendidikan di daerah saat ini tidak hanya berkutat pada sarana dan prasarana, tetapi juga menyangkut pemerataan kualitas pengajaran, kesejahteraan guru, hingga akses terhadap teknologi pendidikan.
Menurutnya, masih terdapat kesenjangan yang perlu segera diatasi, terutama terkait distribusi tenaga pengajar dan dukungan fasilitas pembelajaran berbasis digital. Ia mendorong agar pemerintah pusat dan daerah lebih serius dalam memastikan setiap sekolah memiliki akses yang memadai terhadap teknologi, termasuk jaringan internet dan perangkat pembelajaran modern.
“Transformasi pendidikan harus menjangkau seluruh wilayah, termasuk daerah seperti Toba. Jangan sampai ada kesenjangan yang membuat anak-anak kita tertinggal,” ujarnya.
Selain pendidikan, Adde Rosi juga memberikan perhatian khusus terhadap pengelolaan cagar budaya di wilayah tersebut. Ia menilai bahwa potensi sejarah yang dimiliki Kabupaten Toba perlu dikelola secara lebih optimal agar tidak hanya menjadi simbol masa lalu, tetapi juga sumber pembelajaran dan penguatan identitas bangsa.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam menjaga serta mengembangkan situs-situs bersejarah agar lebih terawat dan memiliki nilai manfaat yang lebih luas, termasuk sebagai destinasi edukasi dan pariwisata.
Dalam pertemuan bersama pemerintah daerah dan instansi terkait, Adde Rosi juga mendorong adanya sinkronisasi program antara pusat dan daerah, khususnya dalam bidang pendidikan dan kebudayaan. Ia menilai bahwa seringkali program yang dirancang di tingkat pusat belum sepenuhnya selaras dengan kebutuhan riil di lapangan.
Karena itu, ia menggarisbawahi pentingnya komunikasi yang lebih intensif serta perencanaan yang berbasis data agar kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran.
“Kita ingin setiap program yang dijalankan tidak hanya selesai secara administratif, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.
Kunjungan kerja ini juga dimanfaatkan sebagai ajang evaluasi terhadap berbagai program yang telah berjalan, sekaligus merumuskan langkah perbaikan ke depan. Adde Rosi berharap, dengan adanya sinergi yang kuat antara berbagai pihak, pembangunan di sektor pendidikan dan kebudayaan di Kabupaten Toba dapat terus meningkat dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Ia pun menegaskan komitmennya di Komisi X DPR RI untuk terus mengawal berbagai kebijakan yang berpihak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia serta pelestarian nilai-nilai budaya bangsa.





