banner 728x90
Daerah  

Gotong Royong di Perbatasan, Pesan Tegas Camat: Jangan Jadikan Suka Ramai Tempat Buang Sampah

Screenshot 20260213 130228
banner 120x600

TAPUNG HULU, Wartamerdeka.com – Semangat kebersamaan kembali terasa di perbatasan Desa Bukit Kemuning dan Desa Suka Ramai, Kecamatan Tapung Hulu, Jumat (13/2/2026). Perangkat desa bersama warga turun langsung membersihkan tumpukan sampah yang selama ini mencemari bahu jalan dan merusak pemandangan.

Kegiatan gotong royong itu turut dihadiri Camat Tapung Hulu, Nuryadi, S.E, Kapolsek Tapung Hulu yang diwakili Kanit Binmas, Koramil 16 Tapung yang diwakili Danpos Suryadi, Humas PT RKKS S.L. Tobing, serta jajaran perangkat Desa Suka Ramai, Kepala Desa Bukit Kemuning Samirin dan masyarakat setempat.

Sejak pagi, warga bahu-membahu mengumpulkan sampah plastik, limbah rumah tangga, hingga sisa pembakaran yang berserakan di tepi jalan. Sebuah mobil kebersihan desa disiagakan untuk mengangkut sampah yang selama ini dikeluhkan pengguna jalan.

Camat Tapung Hulu, Nuryadi SE, dalam arahannya menyampaikan imbauan tegas kepada masyarakat agar tidak lagi membuang sampah sembarangan, terlebih di kawasan perbatasan desa yang menjadi wajah wilayah.

“Lingkungan bersih bukan hanya soal pemandangan, tapi soal kesehatan dan harga diri desa. Jangan lagi jadikan perbatasan ini sebagai tempat buang sampah. Kita harus jaga bersama,” tegasnya.

Menurutnya, persoalan sampah bukan semata tugas pemerintah desa, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh warga. Ia juga mengingatkan pentingnya kesadaran dari sumbernya, yakni rumah tangga.

Dalam kesempatan tersebut, Camat Tapung Hulu yang juga Pembina Pers Keadilan Tapung Hulu, bersama perwakilan Polsek serta Ketua dan Sekretaris Pers Keadilan Tapung Hulu, menyerahkan piagam penghargaan kepada Humas PT RKKS, S.L. Tobing, sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan partisipasi perusahaan dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

S.L. Tobing menyampaikan rasa terima kasih atas penghargaan tersebut dan berharap sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat terus terjalin.

“Kami mendukung kegiatan bhakti sosial seperti ini. Harapannya, kegiatan positif ini terus berjalan sehingga masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” ujarnya.

Aksi gotong royong ini menjadi pesan moral bahwa persoalan sampah tidak bisa hanya diselesaikan dengan seremoni. Tanpa perubahan perilaku dan komitmen bersama, tumpukan yang hari ini dibersihkan bisa saja kembali menggunung esok hari.

Kini, perbatasan Desa Suka Ramai tampak lebih bersih. Namun tantangan sesungguhnya adalah menjaga konsistensi. Gotong royong boleh selesai hari ini, tetapi kesadaran harus hidup setiap hari.

 

Editor: AN