banner 728x90

HARBA 2026, Habib Aboe Ajak Kader PII Jadi Penggerak Peradaban di Era Digital

Harbapiike79tahun F1c2287c 8bb8 4ed1 A621 873062c14308
banner 120x600

JAKARTA –  Peringatan Hari Bangkit Pelajar Islam Indonesia (HARBA) tahun ini dimaknai sebagai seruan untuk melahirkan generasi pelajar yang tidak hanya adaptif terhadap perubahan, tetapi juga mampu menjadi penggerak peradaban. Anggota DPR RI sekaligus alumni PII, Habib Aboe Bakar Alhabsyi, menegaskan pentingnya peran kader dalam menghadapi tantangan era digital yang kian kompleks.

Dalam keterangannya, Habib Aboe menyoroti bahwa disrupsi yang terjadi saat ini telah mengubah lanskap kehidupan generasi muda secara drastis. Informasi yang melimpah, perkembangan teknologi, serta perubahan budaya yang cepat menjadi tantangan sekaligus peluang bagi kader PII.

“Era digital ini tidak bisa dihindari, tetapi harus dihadapi dengan kesiapan ideologis yang matang. Kader PII harus hadir sebagai subjek perubahan, bukan sekadar penonton,” ujarnya, Senin (4/5/2026).

Ia menekankan bahwa PII sebagai organisasi pelajar memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh secara spiritual dan sosial. Menurutnya, kekuatan utama PII terletak pada ideologi yang menjadi fondasi gerakan sejak awal berdirinya pada 1947.

Habib Aboe mengingatkan bahwa ideologi tersebut harus terus diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah derasnya pengaruh budaya global yang kerap tidak sejalan dengan nilai-nilai Islam.

“Kalau ideologi hanya berhenti di ruang kaderisasi, maka ia akan kehilangan daya hidup. Ideologi harus hadir dalam sikap, keputusan, dan kontribusi nyata kader di tengah masyarakat,” tegasnya.

Lebih jauh, ia mendorong agar kader PII mampu memanfaatkan ruang digital sebagai sarana untuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan. Menurutnya, media sosial saat ini telah menjadi arena utama pertarungan narasi yang sangat menentukan arah pemikiran generasi muda.

“Jangan biarkan ruang digital dipenuhi konten yang kosong makna. Kader PII harus mengambil peran, menghadirkan narasi yang mencerahkan, membangun, dan memberi arah,” katanya.

Dalam momentum HARBA ini, Habib Aboe juga mengajak seluruh kader untuk memiliki visi jangka panjang dalam membangun peradaban. Ia menilai bahwa kader PII tidak cukup hanya responsif terhadap isu, tetapi harus mampu menjadi perumus solusi bagi berbagai persoalan umat dan bangsa.

“Kita butuh kader yang tidak hanya cepat bereaksi, tetapi juga mampu berpikir strategis dan visioner. Dari tangan pelajar hari ini, masa depan umat dan bangsa ditentukan. Jangan hanya mengikuti arus, tapi jadilah penentu arah,” ungkapnya.

Ia menambahkan, HARBA harus menjadi momentum konsolidasi gerakan untuk memperkuat peran PII dalam mencetak pemimpin masa depan yang berintegritas dan berdaya saing.

“Bangkit itu bukan hanya slogan. Bangkit adalah keberanian untuk berpikir besar, bertindak nyata, dan tetap teguh pada nilai. Itulah esensi HARBA yang harus terus kita jaga,” pungkasnya.

Peringatan HARBA 2026 diharapkan menjadi energi baru bagi kader PII di seluruh Indonesia untuk terus bergerak, berinovasi, dan mengambil peran strategis dalam menjawab tantangan zaman.