banner 728x90
Daerah  

Kolaborasi Hijau di Bulan Ramadhan: Karang Taruna, Pemerintah Desa dan PT EMP Energi Gandewa Tanam Harapan di DAS Senama Nenek

Screenshot 20260222 150248
banner 120x600

TAPUNG HULU, Wartamerdeka.com – Semangat Ramadhan tak hanya diwujudkan dalam ibadah ritual, tetapi juga aksi nyata menjaga bumi. Di Desa Senama Nenek, program penanaman pohon dan penghijauan di sekitar wilayah, khususnya Daerah Aliran Sungai (DAS), menjadi bukti kolaborasi kuat antara Karang Taruna, Pemerintah Desa, dan PT EMP Energi Gandewa.

Puluhan bibit pohon ditanam bersama di lahan yang berada di sekitar aliran sungai. Satu per satu tanah digali, bibit ditanam, lalu disiram penuh harap. Papan bertuliskan “Karang Taruna Senama Nenek”, “Kepala Desa Senama Nenek”, dan dukungan dari PT EMP Energi Gandewa menjadi simbol bahwa gerakan ini bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen bersama.

Ketua Karang Taruna Senama Nenek, Efron Satria P, menegaskan bahwa penghijauan ini adalah panggilan tanggung jawab generasi muda.

“Program penanaman pohon dan penghijauan di sekitar Desa Senama Nenek, khususnya daerah aliran sungai (DAS), kita dukung secara penuh. Ini momentum Ramadhan, bulan penuh berkah. Kita ingin keberkahan itu juga hadir dalam bentuk kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.

Kepala Desa Senama Nenek turut menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terbangun. Menurutnya, menjaga DAS adalah langkah strategis untuk mencegah kerusakan lingkungan seperti erosi dan ancaman banjir di masa depan. Ia menekankan bahwa keberlanjutan desa tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kelestarian alamnya.

Sementara itu, keterlibatan PT EMP Energi Gandewa dalam penyerahan dan penanaman bibit pohon menunjukkan peran dunia usaha dalam mendukung program lingkungan berbasis masyarakat. Kolaborasi ini menjadi contoh bahwa tanggung jawab menjaga alam adalah kerja bersama, lintas sektor.

Secara tajam, kegiatan ini juga menjadi pesan moral: jika hari ini masyarakat abai terhadap DAS, maka dampaknya akan dirasakan bersama di kemudian hari. Sungai yang rusak berarti sumber kehidupan yang terancam. Karena itu, gerakan hijau ini harus konsisten dan berkelanjutan, bukan berhenti pada momen simbolis.

Di bulan suci Ramadhan, setiap bibit yang ditanam menjadi simbol amal jariyah—akar yang menguatkan tanah, daun yang meneduhkan, dan harapan yang tumbuh untuk generasi mendatang.

Desa Senama Nenek telah memulai langkah nyata. Kini, tantangannya adalah menjaga semangat itu tetap hidup, agar penghijauan bukan sekadar program, melainkan budaya bersama.

Editor: AN