TASHKENT — WMC, Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Indonesia melakukan lawatan penting ke Republik Uzbekistan dalam rangka penjejakan kolaborasi kemitraan internasional. Kunjungan ini melibatkan sejumlah rektor perguruan tinggi berbasis Nahdlatul Ulama dari berbagai wilayah Indonesia, termasuk Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (UNUTARA) Dr. M. Nasir Tamalene, yang mewakili LPNTU Indonesia Timur.
Dalam agenda kunjungan, delegasi LPTNU diterima dengan hangat di Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Uzbekistan Selasa, 03/02/2026 oleh Duta Besar Indonesia untuk Uzbekistan, Prof. Siti Ruhaini Dzuhayatin. Pertemuan tersebut menjadi wadah dialog strategis antara Rektor-Rektor LPTNU dan perwakilan diplomatik RI di Tashkent.
Rektor UNUTARA menyampaikan paparan komprehensif mengenai potensi pengembangan kurikulum pendidikan yang lebih berorientasi pada wawasan global.
Menurutnya, lulusan UNUTARA ke depan harus dipersiapkan tidak hanya untuk berkontribusi di tingkat lokal, tetapi juga mampu bersaing dan berkiprah di tingkat nasional dan internasional, khususnya kawasan Asia Tengah.
“Salah satu peluang yang nyata adalah kebutuhan tenaga pendidik Indonesia di Uzbekistan, terutama di sekolah-sekolah internasional yang mencari guru bidang Sains, ujar Rektor UNUTARA. Dalam konteks ini, kemampuan berbahasa Inggris menjadi syarat utama yang harus dimiliki generasi muda Indonesia untuk memanfaatkan peluang tersebut.

Dubes Indonesia di Usbekistan juga berharap LPTNU harus menyiapkan tenaga Guru yg memiliki wawasan Global, tentu ini tidak mudah harus ada kolaborasi PTNU se Indonesia.
Rektor UNUTARA menegaskan bahwa tantangan terbesar bukan pada peluang yang tersedia, tetapi pada kesiapan lulusan itu sendiri. “Kunci utama adalah kemauan generasi kita untuk maju dan beradaptasi dengan dinamika global,” tambahnya.
Kunjungan LPTNU ke Uzbekistan diharapkan membuka jalan bagi kerja sama pendidikan yang lebih produktif, termasuk kemungkinan program student exchange, riset bersama, dan peningkatan mobilitas akademik yang akan memperkuat posisi perguruan tinggi NU di kancah global._ (wmc/rn)









