banner 728x90

Muslim Ayub Dorong PSSI Telusuri Talenta Diaspora Aceh di Qatar, Empat Pemain Nasional Masuk Radar

Muslim Ayub Rapat Kerja Komisi Xiii Dpr Ri Bersama Menteri Hukum Mente20260618091116
banner 120x600

JAKARTA – Upaya memperkuat Tim Nasional Indonesia melalui jalur diaspora kembali mendapat sorotan dalam rapat kerja DPR RI bersama pemerintah dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Anggota Komisi XIII DPR RI Muslim Ayub mengungkapkan adanya potensi besar yang dapat dimanfaatkan Indonesia melalui empat pemain nasional Qatar yang memiliki garis keturunan Aceh.

Pernyataan tersebut disampaikan Muslim Ayub dalam Rapat Kerja Komisi XIII DPR RI bersama Menteri Hukum, Menteri Pemuda dan Olahraga, serta Ketua Umum PSSI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (18/6/2026). Menurutnya, keberadaan para pemain tersebut layak menjadi perhatian serius karena mereka memiliki kualitas yang telah teruji di kompetisi sepak bola Qatar yang dikenal sebagai salah satu yang paling berkembang di kawasan Asia.

Muslim Ayub mengungkapkan bahwa komunikasi awal dengan keluarga para pemain bahkan telah berlangsung. Ia menilai kondisi ini dapat menjadi pintu masuk bagi PSSI untuk melakukan penjajakan lebih lanjut terkait kemungkinan memperkuat Timnas Indonesia melalui jalur diaspora.

“Ada empat pemain nasional Qatar asal Aceh, dan orang tuanya sudah berkomunikasi dengan kita. Klub-klubnya pun itu klub-klub yang luar biasa,” kata Muslim Ayub dalam rapat tersebut.

Empat nama yang disebutkan adalah Andri Syahputra, Ahmad Al-Khuwailid Mustafa, Muhammad Ali Rahman atau Ali Rahman Jamin, serta Farri Agri. Keempatnya diketahui memiliki keterkaitan keluarga dengan Aceh dan telah berkiprah dalam lingkungan sepak bola Qatar yang memiliki sistem pembinaan modern dan kompetitif.

Usulan tersebut menarik perhatian karena Qatar dalam beberapa tahun terakhir berhasil menunjukkan perkembangan pesat di dunia sepak bola. Negara itu tidak hanya sukses membangun infrastruktur olahraga berstandar internasional, tetapi juga mampu mencetak pemain-pemain berkualitas yang bersaing di tingkat Asia. Dengan latar belakang tersebut, para pemain yang berkembang dalam sistem sepak bola Qatar dinilai memiliki pengalaman dan kemampuan yang dapat memberikan kontribusi signifikan bagi Timnas Indonesia.

Muslim Ayub menilai latar belakang keturunan Aceh yang dimiliki para pemain tersebut menjadi modal penting dalam upaya menjalin komunikasi lebih lanjut. Menurutnya, Indonesia perlu membuka ruang seluas-luasnya bagi talenta diaspora yang memiliki hubungan darah dengan Tanah Air dan berpotensi memberikan dampak positif bagi prestasi sepak bola nasional.

Dalam rapat tersebut, pimpinan Komisi XIII DPR RI langsung meneruskan usulan Muslim Ayub kepada Ketua Umum PSSI Erick Thohir untuk dijadikan bahan pertimbangan. Langkah tersebut menunjukkan bahwa gagasan mengenai penjajakan pemain diaspora masih menjadi bagian dari strategi yang terus mendapat perhatian dalam pembangunan sepak bola nasional.

Meski demikian, sejumlah pihak menilai proses menghadirkan pemain diaspora tidak semudah sekadar melihat garis keturunan atau kualitas permainan. Berbagai aspek harus diperhitungkan, mulai dari regulasi FIFA, status kewarganegaraan, kesiapan pemain, hingga kebutuhan teknis tim nasional. Karena itu, kajian mendalam tetap diperlukan sebelum langkah lebih lanjut dapat dilakukan.

Di tengah meningkatnya target Indonesia untuk bersaing di level Asia dan dunia, pencarian pemain diaspora memang menjadi salah satu opsi yang terus dikembangkan. Kehadiran sejumlah pemain keturunan dalam beberapa tahun terakhir telah memberikan dampak positif terhadap performa Timnas Indonesia. Oleh karena itu, usulan Muslim Ayub dianggap sebagai bagian dari upaya memperluas pencarian talenta yang memiliki kualitas tinggi dan keterikatan dengan Indonesia.

Muslim Ayub menegaskan bahwa kualitas para pemain yang diusulkannya tidak perlu diragukan lagi. Mereka bermain di klub-klub yang memiliki reputasi kuat di Qatar dan telah merasakan atmosfer kompetisi yang kompetitif. Dengan pengalaman tersebut, mereka dinilai berpotensi menambah kedalaman skuad Garuda yang kini terus dipersiapkan menghadapi berbagai agenda internasional.

“Ini perlu barangkali pemikiran kita karena kualitas dari pemain ini tidak diragukan lagi, mereka bermain di klub nasional mereka. Ini menjadi saran kami kepada pimpinan,” tegas politisi Fraksi NasDem tersebut.

Usulan itu kini menjadi salah satu masukan yang akan dipelajari oleh PSSI. Jika berbagai aspek regulasi, administrasi, dan teknis dapat dipenuhi, bukan tidak mungkin nama-nama pemain keturunan Aceh yang saat ini berkarier di Qatar akan menjadi bagian dari perjalanan baru sepak bola Indonesia di masa mendatang.