banner 728x90
Daerah  

Adde Rosi dan Menteri Wihaji Dorong Penguatan Program Keluarga di Lebak Lewat Pendekatan Budaya

Screenshot 20260502 070214 Video Player
banner 120x600

LEBAK – Upaya peningkatan kualitas keluarga di wilayah pedalaman kembali diperkuat melalui kolaborasi pemerintah pusat dan wakil rakyat daerah. Anggota DPR RI Dapil Banten, Adde Rosi Khoerunnisa, bersama Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Wihaji, melakukan kunjungan kerja dalam rangkaian kegiatan “Saba Budaya” di Kabupaten Lebak, Banten.

Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memastikan program pembangunan keluarga dapat menjangkau masyarakat hingga ke pelosok. Pendekatan budaya dipilih sebagai metode efektif dalam membangun komunikasi dan meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap program-program pemerintah.

Dalam kunjungan tersebut, Adde Rosi dan Wihaji meninjau langsung implementasi program Bangga Kencana yang berfokus pada pembangunan keluarga berkualitas melalui penguatan aspek kependudukan dan keluarga berencana. Program ini dinilai menjadi fondasi penting dalam menciptakan sumber daya manusia unggul di masa depan.

Selain itu, rombongan juga memonitor pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B yang menyasar kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Program ini diharapkan mampu menekan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas gizi masyarakat di daerah terpencil.

Adde Rosi menegaskan bahwa pemerataan akses terhadap layanan kesehatan dan gizi harus menjadi prioritas utama. Menurutnya, masyarakat di wilayah pedalaman memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan yang optimal dari negara.

“Pendekatan langsung seperti ini penting untuk memastikan program tidak hanya berjalan di atas kertas, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Dalam agenda yang sama, dilakukan pula peninjauan Pelayanan KB Serentak yang melibatkan para bidan sebagai garda terdepan layanan kesehatan. Momentum ini sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-75 Ikatan Bidan Indonesia (IBI).

Adde Rosi menilai peran bidan sangat vital dalam mendukung keberhasilan program keluarga berencana serta edukasi kesehatan reproduksi di tingkat masyarakat. Ia menyebut, keberhasilan pembangunan keluarga sangat bergantung pada peran aktif tenaga kesehatan di lapangan.

Sementara itu, Menteri Wihaji mengungkapkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada aspek kesehatan, tetapi juga kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Salah satu langkah konkret yang akan dilakukan adalah pembangunan hunian layak bagi warga di wilayah yang dikunjungi.

Ia menyebutkan, pemerintah telah menyiapkan bantuan pembangunan rumah sebesar sekitar Rp40 juta per unit untuk dua lokasi yang menjadi prioritas. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih sehat.

“Hunian yang layak akan menjadi dasar penting dalam membangun keluarga yang sehat dan produktif,” kata Wihaji.

Lebih lanjut, ia memastikan bahwa program pemenuhan kebutuhan dasar seperti air bersih dan gizi akan terus diperkuat. Pemerintah juga akan meningkatkan pengawasan agar seluruh program berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.

Kegiatan “Saba Budaya” ini menjadi bukti bahwa pembangunan tidak hanya dilakukan melalui pendekatan struktural, tetapi juga kultural. Dengan melibatkan nilai-nilai lokal, pemerintah berharap masyarakat lebih terbuka dan aktif dalam mendukung berbagai program pembangunan.

Melalui sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat, diharapkan upaya peningkatan kualitas keluarga di wilayah pedalaman dapat berjalan optimal, sekaligus menjadi bagian dari langkah besar menuju terwujudnya Indonesia yang lebih maju dan sejahtera.