TAPUNG HULU, Wartamerdeka.com – Suasana berbeda tampak di sebuah kantin sederhana milik Polsek Tapung Hulu, Minggu (3/5/2026). Di balik meja kayu panjang yang biasanya menjadi tempat warga menikmati makanan, kali ini hadir ruang penuh keakraban antara aparat kepolisian dan masyarakat.
Melalui kegiatan bertajuk Minggu Kasih, anggota Polsek Tapung Hulu Brigadir safneranto sinaga duduk bersama warga, berbincang santai tanpa sekat. Tidak ada jarak, tidak ada formalitas berlebihan. Hanya percakapan hangat, senyum tulus, dan niat untuk saling memahami.
Seorang personel polisi tampak menyimak dengan serius setiap keluhan yang disampaikan warga. Di sisi lain, masyarakat pun terlihat lebih terbuka menyampaikan persoalan yang mereka hadapi sehari-hari. Mulai dari situasi keamanan lingkungan hingga harapan akan kehadiran polisi yang lebih dekat dengan rakyat.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pendekatan humanis masih menjadi jantung pelayanan kepolisian. Bukan hanya hadir saat terjadi masalah, tetapi juga membangun kedekatan emosional yang kuat dengan masyarakat.
“Kami ingin masyarakat merasa nyaman, tidak segan untuk berbicara. Polisi bukan hanya penegak hukum, tapi juga sahabat bagi warga,” ujar salah satu anggota di lokasi.
Kantin sederhana itu pun berubah menjadi ruang dialog penuh makna. Tanpa panggung, tanpa mikrofon, namun sarat dengan nilai kebersamaan. Inilah wajah polisi yang tidak hanya tegas, tetapi juga peduli dan hadir di tengah kehidupan masyarakat.
Melalui Minggu Kasih, Polsek Tapung Hulu menunjukkan bahwa kedekatan adalah kunci menciptakan keamanan yang sesungguhnya—dimulai dari mendengar, memahami, dan berjalan bersama masyarakat.
Editor: AN





