banner 728x90
Daerah  

PPP Surabaya Dorong Pemkot Lebih Peduli Santri dan Guru Ngaji,

Img 20260508 Wa0031
banner 120x600

 

WMC || — Surabaya,ketua PPP , meminta Pemerintah Kota Surabaya memberikan perhatian lebih serius terhadap kesejahteraan santri, guru ngaji tradisional, hingga majelis taklim yang selama ini dinilai menjadi pilar penting dalam menjaga moral dan ketahanan sosial masyarakat.

Muhaimin yang juga anggota Komisi A DPRD Surabaya menilai masih banyak pondok pesantren di Kota Pahlawan yang bertahan secara mandiri dengan keterbatasan biaya operasional. Bahkan, tidak sedikit pengasuh pesantren yang harus menanggung kebutuhan dasar santri secara swadaya, mulai biaya listrik, air, hingga kebutuhan makan sehari-hari.

“Pesantren bukan hanya tempat pendidikan agama, tetapi juga benteng pembentukan karakter generasi muda dan penjaga ketertiban sosial masyarakat,” ujar Muhaimin, Kamis (07/05/2026).

Politisi yang akrab disapa Abah Muhaimin itu menegaskan, keberadaan pondok pesantren selama ini turut membantu pemerintah dalam menciptakan lingkungan masyarakat yang religius, disiplin, dan penuh nilai kebersamaan.

Di tengah meningkatnya biaya hidup perkotaan, menurutnya, para pengasuh pondok pesantren menghadapi tantangan besar untuk mempertahankan keberlangsungan pendidikan para santri.

Selain persoalan pesantren, PPP Surabaya juga menyoroti nasib guru ngaji tradisional yang selama ini mengajar secara sukarela di lingkungan masyarakat.

Muhaimin menyebut banyak guru ngaji belum tersentuh bantuan pemerintah karena terbentur persoalan administrasi yang dianggap terlalu rumit.

“Guru ngaji tradisional ini mengajar dengan ikhlas. Kadang ketika diminta mengurus administrasi bantuan justru merasa kesulitan karena prosedurnya panjang,” katanya.

Ia berharap pemerintah dapat menghadirkan kebijakan yang lebih sederhana dan mudah diakses agar para guru ngaji tetap memperoleh perhatian dan dukungan negara.

Menurutnya, pemberian insentif kepada guru ngaji bukan sekadar bantuan ekonomi, melainkan bentuk penghormatan atas pengabdian mereka dalam membangun pendidikan karakter masyarakat sejak usia dini.

Tak hanya itu, Muhaimin juga menyoroti pentingnya keberadaan majelis taklim yang selama ini aktif menggelar kegiatan keagamaan seperti yasinan, pengajian, pembacaan selawat, hingga doa bersama secara swadaya.

“Majelis taklim ini istiqamah menjaga nilai spiritual masyarakat dan mendoakan keamanan Kota Surabaya. Mereka adalah aset sosial yang harus dijaga,” tegasnya.

PPP Surabaya, lanjut Muhaimin, akan terus mengawal aspirasi para santri, guru ngaji tradisional, dan komunitas keagamaan agar mendapat perhatian lebih dalam pembangunan sosial di .

“Kami ingin pembangunan kota tidak hanya fokus infrastruktur, tetapi juga memperkuat pendidikan moral dan spiritual masyarakat,” pungkasnya.