WMC||Ponorogo – Senyum lega kini menghiasi wajah warga di sejumlah desa di Kabupaten Ponorogo. Penantian panjang untuk memiliki akses penyeberangan yang aman akhirnya terwujud melalui pembangunan Jembatan Garuda Tahap III.

Pada tahap ini, sebanyak empat Jembatan Garuda dibangun di wilayah Ponorogo, yakni di Kecamatan Bungkal, Sambit, Jambon, dan Slahung. Tiga dari empat jembatan itu kini telah rampung 100 persen, sementara satu jembatan di Desa Ngloning, Kecamatan Slahung, masih dalam tahap penyelesaian.
Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto menegaskan bahwa program yang diinisiasi langsung oleh Presiden Prabowo Subianto melalui TNI AD tersebut hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah yang selama ini menghadapi kendala aksesibilitas.

“Pembangunan ini bukan hanya menghadirkan infrastruktur fisik, tetapi juga menjawab kebutuhan mendasar masyarakat yang selama bertahun-tahun harus berjuang melintasi sungai atau memutar dengan jarak yang lebih jauh demi menjalankan aktivitas sehari-hari,” katanya dalam keterangan, Senin (18/5/2026).
Kolonel Untoro menyebut, kehadiran Jembatan Garuda diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antar wilayah, mempercepat mobilitas warga, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi desa.
Bagi warga desa yang kini telah menikmati jembatan baru, keberadaan akses penghubung itu menjadi angin segar. Aktivitas ekonomi lebih lancar, mobilitas warga meningkat, dan yang paling penting, anak-anak sekolah kini bisa berangkat belajar dengan lebih aman.
Sebelumnya, tidak sedikit pelajar yang harus menyeberangi sungai untuk menuju sekolah. Kondisi itu kerap memicu kecemasan, terutama saat debit air meningkat pada musim hujan.
Kepala SDN 4 Krebet, Krisnia Rina Puspita, mengaku pembangunan jembatan menjadi jawaban atas kekhawatiran yang selama ini dirasakan pihak sekolah dan orang tua murid.
“Sebelum dibangun jembatan, anak-anak melewati sungai dan itu membuat kami sangat khawatir terhadap keselamatan mereka,” katanya.
Krisnia meyakini dengan akses yang semakin mudah akan membuat anak-anak didiknya semakin semangat dalam menimba ilmu di sekolah untuk mengejar cita-cita mereka.
Rasa syukur serupa juga disampaikan Kepala Desa Krebet, Devid Kristiyanto. Menurutnya, kehadiran Jembatan Garuda membawa perubahan besar bagi warga.
“Terima kasih kepada bapak Presiden Prabowo Subianto yang telah membangun Jembatan Garuda di desa kami. Sekarang aktivitas warga semakin lancar,” ungkapnya.
Devid berharap jembatan tersebut tidak hanya menjadi penghubung antar wilayah, tetapi juga menjadi penggerak roda perekonomian yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Bagi warga Ponorogo, Jembatan Garuda bukan hanya bentangan beton dan baja. Ia adalah simbol hadirnya negara di tengah kebutuhan masyarakat sekaligus jalan menuju masa depan yang lebih baik.





