WMC|| SURABAYA – Aksi komplotan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) spesialis Surabaya Raya akhirnya terhenti setelah dua pelaku berhasil dibekuk Unit Reskrim Polsek Wonocolo saat hendak beraksi di kawasan Jalan Margorejo, Wonocolo, Surabaya.
Dua tersangka yang diamankan masing-masing berinisial R.J. (21) dan R.R.S. (20), warga Surabaya. Sedangkan satu pelaku lainnya berinisial F kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dan masih diburu petugas.
Kapolsek Wonocolo Surabaya, Haryoko Widhi, menjelaskan pengungkapan kasus bermula saat anggota Reskrim melakukan patroli rutin di wilayah rawan kriminalitas pada Minggu, 29 Maret 2026 sekitar pukul 15.30 WIB.
Saat melintas di Jalan Margorejo, petugas mencurigai tiga pria yang berboncengan menggunakan satu sepeda motor. Petugas kemudian melakukan pembuntutan secara diam-diam hingga para pelaku berhenti di depan sebuah rumah di Jalan Margorejo Nomor 5-A Surabaya.
“Salah satu pelaku turun dan mencoba merusak kunci setir motor menggunakan kunci T. Saat itulah anggota langsung bergerak cepat melakukan penyergapan,” ujar Kompol Haryoko, Rabu (20/5).
Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa kunci T dan kendaraan yang digunakan untuk menjalankan aksi pencurian.
Hasil pemeriksaan mengungkap komplotan tersebut diduga telah beraksi di sedikitnya 15 lokasi berbeda di wilayah Surabaya, Sidoarjo, hingga Gresik. Beberapa kawasan yang menjadi sasaran di antaranya Jemur Wonosari, Jemur Ngawinan, Wonocolo Gang Masjid, Sidotopo Baru, Ngaglik, hingga depan Samsat Tandes Surabaya.
Selain itu, para pelaku juga mengaku pernah beraksi di wilayah Trosobo dan Krian, Kabupaten Sidoarjo, serta sejumlah titik di Gresik.
Mayoritas kendaraan yang dicuri merupakan sepeda motor jenis Honda Beat dan Vario yang diparkir di area permukiman, pertokoan, maupun minimarket.
Kapolsek Wonocolo menambahkan, modus para pelaku yakni berkeliling menggunakan satu sepeda motor untuk mencari target yang dinilai mudah dicuri. Setelah menemukan sasaran, satu pelaku turun untuk merusak rumah kunci menggunakan kunci T, sementara pelaku lain bersiaga untuk membantu melarikan diri.
“Diduga mereka sudah cukup lama beroperasi dan menjadikan curanmor sebagai aktivitas rutin,” tegasnya.
Saat ini polisi masih terus melakukan pengembangan kasus guna mengungkap kemungkinan lokasi kejadian lain serta memburu satu pelaku yang masih buron. Polisi juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan menambah pengamanan kendaraan untuk mengantisipasi maraknya aksi curanmor di Surabaya
gat





