JAKARTA – Sekretaris Jenderal DPP Pemuda LIRA Habibie Mahabbah, SIP, MM, memberikan apresiasi atas kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto dalam rapat paripurna DPR RI. Menurutnya, langkah tersebut menjadi simbol kuat lahirnya hubungan baru yang lebih harmonis antara pemerintah dan lembaga legislatif.
Habibie menilai, kehadiran langsung Presiden Prabowo di tengah anggota DPR RI bukan sekadar seremoni kenegaraan, melainkan bentuk penghormatan terhadap demokrasi dan representasi rakyat Indonesia.
“Kehadiran Presiden Prabowo di ruang paripurna DPR RI adalah pesan besar tentang pentingnya persatuan nasional. Beliau hadir langsung di tengah wakil rakyat, mendengar dan menunjukkan bahwa pemerintah ingin berjalan bersama parlemen demi kepentingan bangsa,” ujar Habibie, Rabu.
Mantan Bendahara Umum PB HMI dan Wakil Sekjen DPP KNPI itu menyebut momentum tersebut sebagai sejarah baru dalam hubungan antara presiden dan DPR RI. Menurutnya, belum pernah ada presiden sebelumnya yang menghadirkan simbol kedekatan seperti yang ditunjukkan Presiden Prabowo dalam momentum politik tersebut.
“Ini bukan hanya agenda formal negara. Ini adalah momen bersejarah. Presiden hadir langsung dengan penuh penghormatan kepada lembaga legislatif. Itu menunjukkan kualitas kepemimpinan yang memahami pentingnya komunikasi dan kebersamaan dalam demokrasi,” katanya.
Habibie menjelaskan, dalam berbagai periode pemerintahan sebelumnya, hubungan antara eksekutif dan DPR RI kerap mengalami pasang surut. Bahkan tidak jarang dinamika politik membuat komunikasi kedua lembaga negara terlihat kaku dan penuh kepentingan politik jangka pendek.
Menurutnya, situasi tersebut berbeda dengan pendekatan Presiden Prabowo yang dinilai lebih terbuka dan mengedepankan semangat kolaborasi nasional.
“Presiden sebelumnya tentu memiliki gaya kepemimpinan masing-masing, tetapi Presiden Prabowo menghadirkan pendekatan yang lebih cair dan langsung. Beliau menunjukkan bahwa DPR bukan lawan politik pemerintah, melainkan mitra strategis dalam membangun Indonesia,” ungkapnya.
Habibie juga memandang kehadiran Presiden Prabowo di DPR RI memberikan optimisme baru bagi stabilitas politik nasional. Ia menilai harmonisasi hubungan antara pemerintah dan parlemen sangat penting agar agenda pembangunan berjalan efektif dan tidak terganggu konflik politik berkepanjangan.
“Kita ingin melihat pemerintah dan DPR RI saling mendukung dalam hal-hal yang menyangkut kepentingan rakyat. Ketika hubungan keduanya baik, maka rakyat yang akan merasakan manfaatnya,” tuturnya.
Ia menambahkan, keterbukaan Presiden Prabowo dalam menjalin komunikasi dengan parlemen menjadi contoh positif bagi budaya politik Indonesia ke depan. Menurut Habibie, demokrasi yang sehat tidak dibangun melalui jarak dan ketegangan, melainkan lewat dialog dan rasa saling menghormati.
“Presiden Prabowo menunjukkan bahwa kepemimpinan itu bukan soal kekuasaan semata, tetapi bagaimana merangkul semua kekuatan bangsa. Kehadiran beliau di DPR RI menjadi simbol bahwa Indonesia harus dibangun dengan kolaborasi dan persatuan,” tegasnya.
Habibie berharap momentum tersebut menjadi awal terciptanya tradisi politik baru yang lebih dewasa dan produktif. Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga semangat persatuan demi mendukung program-program pembangunan nasional.
“Bangsa ini membutuhkan energi persatuan. Apa yang dilakukan Presiden Prabowo hari ini memberikan harapan bahwa politik Indonesia ke depan bisa lebih teduh, terbuka, dan berorientasi pada kepentingan rakyat,” pungkasnya.





