Pesawaran Lampung – Musibah menimpa keluarga Nasrudin, seorang pekerja buruh yang tinggal di wilayah Dusun Bernung 1, Desa Bernung, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran. Rumah sederhana yang selama ini menjadi tempat tinggal bersama lima orang anaknya rubuh pada Minggu, 23 Agustus 2026.
Rumah milik Nasrudin yang sebagian besar berdinding geribik tersebut kini sudah tidak dapat ditempati. Beruntung, dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa. Namun, musibah tersebut membuat keluarga Nasrudin kehilangan tempat tinggal sekaligus hampir seluruh barang-barang miliknya.
Saat ini, Nasrudin bersama kelima anaknya terpaksa menumpang di rumah pamannya. Kondisi tersebut membuat keluarga ini sangat membutuhkan bantuan dan perhatian dari berbagai pihak, terutama pemerintah, agar dapat segera memiliki tempat tinggal yang layak.
Nasrudin yang sehari-hari bekerja sebagai buruh mengaku sangat berharap bantuan yang telah disetujui dapat segera direalisasikan. Menurutnya, kondisi keluarganya saat ini sudah masuk dalam keadaan darurat karena rumah yang menjadi tempat berlindung keluarganya telah rubuh.
“Kami berharap bantuan yang sudah di-ACC bisa segera direalisasikan. Anak-anak sekarang masih menumpang di rumah paman. Kami sangat membutuhkan tempat tinggal karena rumah kami sudah tidak bisa ditempati,” ujar Nasrudin, Senin, (25/08/2026).
Kepala Dusun Bernung 1, Ishaq, membenarkan kondisi yang dialami keluarga Nasrudin. Ia mengatakan, pada Senin, 24 Agustus 2026, telah datang perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Pesawaran bersama Baznas Pesawaran untuk melihat langsung kondisi keluarga dan rumah Nasrudin.
Menurut Ishaq, dari hasil kunjungan tersebut disampaikan bahwa bantuan untuk Nasrudin sudah mendapatkan persetujuan atau telah di-ACC. Saat ini pihak keluarga tinggal menunggu proses realisasi bantuan tersebut.
“Memang kemarin hari Senin sudah datang perwakilan dari Bupati Pesawaran dan juga dari Baznas Pesawaran. Mereka sudah melihat langsung kondisi rumah Nasrudin. Informasinya bantuan sudah di-ACC, tinggal menunggu realisasinya,” kata Ishaq.
Ishaq berharap bantuan tersebut dapat segera direalisasikan mengingat kondisi Nasrudin dan keluarganya saat ini sangat membutuhkan tempat tinggal. Terlebih, Nasrudin memiliki lima orang anak yang untuk sementara harus menumpang di rumah pamannya.
“Kami berharap bantuan ini bisa segera turun karena kondisinya memang darurat. Rumah sudah rubuh dan anak-anak sekarang menumpang di rumah pamannya. Mudah-mudahan tidak perlu menunggu terlalu lama,” harapnya.
Selain bantuan untuk tempat tinggal, Nasrudin juga menyampaikan harapan agar dirinya dapat memperoleh bantuan modal usaha. Ia mengaku sebelumnya pernah menjalankan usaha berjualan somay untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
Namun, usaha tersebut kini tidak lagi berjalan karena keterbatasan modal. Nasrudin berharap Pemerintah Kabupaten Pesawaran, khususnya Bupati dan Wakil Bupati, dapat membantu memberikan modal usaha sehingga dirinya dapat kembali bekerja dan memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan kelima anaknya.
“Dulu saya jualan somay, tetapi sekarang tidak lagi karena terbentur modal. Kalau ada bantuan modal usaha, saya ingin kembali berjualan. Saya ingin bisa bekerja lagi dan menghidupi anak-anak dari usaha sendiri,” ungkap Nasrudin.
Harapan tersebut menunjukkan bahwa Nasrudin tidak hanya membutuhkan bantuan untuk melewati musibah yang sedang dihadapinya, tetapi juga membutuhkan kesempatan untuk kembali mandiri.
Bagi Nasrudin, memiliki tempat tinggal yang layak merupakan kebutuhan paling mendesak saat ini. Setelah rumahnya rubuh dan seluruh barang-barangnya tidak ada yang tersisa, ia bersama kelima anaknya hanya bisa mengandalkan keluarga untuk sementara waktu.
Kondisi tersebut diharapkan dapat menjadi perhatian bersama. Terlebih, bantuan dari pemerintah dan Baznas Pesawaran disebut telah mendapatkan persetujuan. Karena itu, keluarga Nasrudin sangat berharap proses selanjutnya dapat dipercepat sehingga bantuan benar-benar segera diterima dan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan mendesak.
Kecepatan dalam penyaluran bantuan sangat berarti bagi keluarga yang sedang mengalami musibah. Bagi masyarakat yang memiliki tempat tinggal, menunggu beberapa hari mungkin terasa biasa. Namun bagi keluarga yang rumahnya telah rubuh dan tidak lagi memiliki tempat tinggal sendiri, setiap hari menjadi perjuangan tersendiri.
Nasrudin juga berharap perhatian dari Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran tidak berhenti pada bantuan tempat tinggal. Ia berharap ada bantuan modal usaha agar dirinya dapat kembali berjualan somay dan memiliki penghasilan tetap.
Dengan demikian, bantuan tersebut tidak hanya menjadi solusi sementara, tetapi juga dapat menjadi awal bagi Nasrudin untuk kembali bangkit dan memenuhi kebutuhan keluarganya secara mandiri.
Kini keluarga Nasrudin masih menunggu. Bantuan yang disebut telah di-ACC diharapkan tidak berhenti sebagai kabar, tetapi dapat segera diwujudkan menjadi bantuan nyata.
Sebab, bagi seorang buruh dengan lima anak yang kehilangan rumah dan hampir seluruh barang miliknya, bantuan yang datang tepat waktu bukan sekadar bantuan materi. Bantuan tersebut adalah harapan agar keluarganya dapat kembali memiliki tempat berteduh, sekaligus kesempatan untuk memulai kehidupan dari awal.
Keluarga Nasrudin berharap pemerintah dan Baznas Pesawaran dapat mempercepat realisasi bantuan tersebut, mengingat kondisi mereka saat ini benar-benar dalam keadaan darurat dan membutuhkan penanganan secepat mungkin.
Fauzi BN





