banner 728x90

DPR Dorong Percepatan Digitalisasi UMKM untuk Perkuat Ekonomi Nasional

Anggota Komisi Iii Dpr Ri Siti Aisyah Dalam Rapat Kerja Raker Dengan Kepala Bnn Ri Dan Kepala Bn20260203164524
banner 120x600

KUPANG – Anggota Komisi VI DPR RI, Rizal Bawazier, mendorong pemerintah untuk mempercepat transformasi digital sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai langkah strategis dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika global.

Menurutnya, UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia, namun masih banyak pelaku usaha yang belum terhubung dengan ekosistem digital. Padahal, digitalisasi dinilai mampu meningkatkan daya saing, memperluas akses pasar, serta meningkatkan efisiensi usaha.

“Digitalisasi UMKM bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Jika tidak segera beradaptasi, pelaku usaha kita akan tertinggal dalam persaingan, terutama di era ekonomi berbasis teknologi,” ujar Rizal dalam keterangannya di Jakarta.

Ia menilai bahwa pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah telah melakukan berbagai program pendampingan, namun implementasinya masih perlu diperluas dan dipercepat, khususnya di daerah-daerah.

Rizal juga menyoroti kendala utama yang dihadapi UMKM dalam proses digitalisasi, seperti keterbatasan literasi digital, akses terhadap pembiayaan, serta infrastruktur internet yang belum merata. Ia menegaskan bahwa permasalahan ini harus diselesaikan secara simultan agar program digitalisasi tidak berjalan setengah hati.

“Tidak cukup hanya memberikan pelatihan. Harus ada dukungan menyeluruh mulai dari akses internet, kemudahan pembiayaan, hingga pendampingan berkelanjutan,” jelasnya.

Selain itu, ia mendorong kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan platform digital seperti Tokopedia dan Shopee untuk membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk lokal. Menurutnya, sinergi ini penting untuk menciptakan ekosistem digital yang inklusif.

Di sisi lain, ia juga mengingatkan pentingnya perlindungan terhadap UMKM lokal dari persaingan tidak sehat, terutama dari produk impor yang dijual melalui platform digital dengan harga sangat rendah.

“Transformasi digital harus diiringi dengan regulasi yang melindungi pelaku UMKM dalam negeri, agar mereka tidak kalah bersaing di pasar sendiri,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Rizal berharap percepatan digitalisasi UMKM dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih inklusif dan berkelanjutan. “Jika UMKM kita kuat dan adaptif, maka fondasi ekonomi nasional juga akan semakin kokoh,” pungkasnya.