banner 728x90

Habib Aboe Dorong Penguatan Keamanan Siber dan Etika AI di Sektor Pariwisata Bali

Img 20260826 Wa0048
banner 120x600

DENPASAR, BALI – Anggota DPR RI Habib Aboe Bakar Alhabsyi melakukan kunjungan kerja bersama delegasi Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI ke BIM University, Bali, Rabu (26/8/2026). Kunjungan tersebut membahas perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), transformasi digital, serta tantangan keamanan siber di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Dalam kunjungan tersebut, Habib Aboe mengapresiasi berbagai inovasi yang telah dilakukan BIM University dalam pemanfaatan teknologi AI. Salah satunya melalui penyelenggaraan Bali Future Lab pada Juli 2026 yang mendorong transformasi AI dan digitalisasi bagi sektor UMKM dan pariwisata di Bali.

“Bali adalah etalase Indonesia di mata dunia. Karena itu, kemajuan teknologi pariwisata harus berjalan beriringan dengan penguatan keamanan digital,” ujar Habib Aboe.

Ia menilai perkembangan teknologi digital memberikan peluang besar bagi kemajuan pariwisata, namun pada saat yang sama menghadirkan kerentanan baru. Ancaman tersebut antara lain berupa cyber scams, penyalahgunaan data wisatawan, hingga manipulasi digital dan deepfake yang berpotensi merusak kepercayaan publik serta citra pariwisata Indonesia.

Karena itu, Habib Aboe mendorong BIM University untuk mengambil peran lebih strategis melalui pusat riset dan inovasi dalam membantu memitigasi kejahatan digital yang menyasar sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Selain keamanan siber, kunjungan tersebut juga menyoroti pentingnya kedaulatan data dan etika digital. Habib Aboe mengingatkan bahwa perkembangan AI bergerak sangat cepat, bahkan dalam sejumlah aspek dapat melampaui perkembangan regulasi.

“Kita tidak ingin generasi muda hanya lihai menciptakan teknologi, tetapi abai terhadap hukum, etika dan privasi,” tegasnya.

Ia berharap kurikulum perguruan tinggi mampu mengintegrasikan keterampilan teknologi dengan kesadaran hukum dan etika, khususnya dalam konteks perlindungan data pribadi.

Lebih lanjut, Habib Aboe mendorong agar riset mahasiswa dan dosen BIM University, khususnya di bidang sistem informasi, bisnis digital, dan tata kelola siber, dapat menjadi masukan empiris bagi DPR RI dalam memperkuat instrumen hukum perlindungan ruang siber nasional.

“Riset-riset mahasiswa dan dosen mari kita tarik ke Senayan. Jadikan itu sebagai masukan empiris bagi kami di DPR RI dalam memperkuat instrumen hukum perlindungan ruang siber nasional,” katanya.

Menurutnya, Bali memiliki potensi besar untuk berkembang bukan hanya sebagai destinasi pariwisata kelas dunia, tetapi juga sebagai pusat inovasi dan hub diplomasi jalur kedua (track-two diplomacy), terutama dalam isu ketahanan digital dan etika teknologi di kawasan ASEAN.

Kunjungan kerja tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara parlemen, perguruan tinggi, dunia usaha, dan pemerintah dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin cepat.

“Bali memiliki potensi besar menjadi pelopor ketahanan digital dan etika teknologi di kawasan regional ASEAN,” pungkas Habib Aboe.

Ia berharap kolaborasi antara negara, dunia usaha, dan dunia akademik terus diperkuat agar pemanfaatan teknologi dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kemajuan bangsa.