banner 728x90
Daerah  

Hasil Perjuangan Hamka: Dari Rumah Bocor Jadi Hunian Nyaman, BSPS Bawa Harapan Baru

Screenshot 20260822 185235 Video Player
banner 120x600

GOWA — Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) kembali menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat Kabupaten Gowa. Kali ini, warga Kelurahan Bontoramba, Kecamatan Bontonompo Selatan, mendapat perhatian melalui program perbaikan rumah yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas hunian sekaligus kehidupan keluarga penerima manfaat.

Anggota Komisi V DPR RI Hamka B. Kady turut hadir dalam peresmian program tersebut. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Hamka menggambarkan kegiatan itu sebagai momentum penting karena bantuan yang diberikan bukan sekadar menyentuh persoalan fisik rumah, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi keluarga.

“Bukan sekadar memperbaiki bangunan, program ini adalah tentang menghadirkan rumah yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi keluarga,” tulis Hamka B. Kady dalam unggahannya.

Menurutnya, tempat tinggal yang layak merupakan kebutuhan mendasar masyarakat. Rumah menjadi tempat keluarga berkumpul, membesarkan anak, beristirahat, sekaligus menumbuhkan harapan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

Dalam kesempatan tersebut, Hamka menegaskan bahwa BSPS merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat. Program tersebut dirancang untuk membantu keluarga yang kondisi tempat tinggalnya masih membutuhkan perbaikan agar dapat memiliki hunian yang lebih memenuhi standar kelayakan.

“BSPS ini bukan hanya bantuan material, tapi juga bentuk perhatian negara kepada masyarakat. Saya berharap rumah yang dibangun bisa benar-benar bermanfaat dan dirawat dengan baik,” ujarnya.

Pada pelaksanaan BSPS tahun 2026, sebanyak 10 kepala keluarga (KK) di Desa Kanjilo juga tercatat sebagai penerima bantuan. Bantuan diberikan dalam bentuk material bangunan dan dana stimulan yang dimanfaatkan untuk memperbaiki atau membedah rumah dengan melibatkan semangat swadaya masyarakat.

Kehadiran program tersebut menjadi angin segar bagi warga yang selama ini menghadapi keterbatasan kondisi rumah. Salah seorang penerima manfaat mengungkapkan rasa syukurnya karena rumah yang sebelumnya mengalami kebocoran dan masih memiliki lantai tanah kini dapat diperbaiki.

“Alhamdulillah, selama ini rumah saya bocor dan lantainya tanah. Sekarang bisa diperbaiki. Terima kasih Pak Hamka,” ungkap warga tersebut.

Hamka berharap bantuan yang diberikan tidak hanya menghasilkan bangunan rumah yang lebih baik, tetapi juga membawa perubahan terhadap kehidupan keluarga penerima. Hunian yang sehat dan aman, menurutnya, dapat menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Ia juga mengajak penerima manfaat untuk menjaga dan merawat rumah yang telah diperbaiki. Sebab, bantuan pemerintah tersebut merupakan investasi sosial yang manfaatnya diharapkan dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh keluarga penerima.

Bagi masyarakat berpenghasilan terbatas, memiliki rumah layak bukan selalu perkara mudah. Karena itu, program BSPS menjadi salah satu bentuk intervensi yang dapat membantu mengurangi beban masyarakat sekaligus mendorong peningkatan kualitas lingkungan tempat tinggal.

Hamka menilai keberhasilan program tidak hanya diukur dari berapa banyak rumah yang selesai diperbaiki, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat setelah menerima bantuan tersebut.

“Semoga bantuan ini membawa manfaat, meningkatkan kualitas hidup, dan menjadi awal dari kehidupan yang lebih baik bagi penerima manfaat,” tulisnya.

Peresmian BSPS di Gowa pun menjadi momentum untuk kembali menegaskan pentingnya kolaborasi pemerintah dan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar perumahan. Ketika rumah diperbaiki, bukan hanya atap, lantai atau dinding yang berubah, tetapi juga tumbuh rasa percaya diri dan optimisme keluarga untuk menatap masa depan.

Hamka menutup pesan dalam unggahannya dengan kalimat sederhana namun sarat makna: “Rumahnya dibedah, harapannya dibangun.” Pesan tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa program perumahan pada akhirnya bukan hanya tentang pembangunan fisik, melainkan tentang menghadirkan kehidupan yang lebih layak bagi masyarakat