banner 728x90
Daerah  

KLH Respons Dugaan Pencemaran Hulu Sungai Kampar, Minta PUDAL Sumatera Tindak Lanjuti

Img 20260626 Wa0368
banner 120x600

JAKARTA, Wartamerdeka.com – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) merespons cepat surat konfirmasi yang disampaikan Media Dobrak terkait dugaan pencemaran di hulu Sungai Kampar, yang berada di wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.jum’at 26 Juni 2026

 

Dalam balasan singkat kepada Media Dobrak, pihak KLH menyatakan akan segera menindaklanjuti informasi tersebut dengan meminta PUDAL Sumatera melakukan langkah awal.

 

«”Segera kami minta PUDAL Sumatera untuk menindaklanjuti,” demikian respons yang disampaikan pihak KLH kepada Media Dobrak.»

 

Respons itu diberikan setelah Media Dobrak mengirimkan surat konfirmasi kepada Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLH RI. Dalam surat tersebut, Media Dobrak meminta penjelasan terkait dugaan penurunan kualitas air Sungai Kampar yang dikhawatirkan berdampak hingga ke wilayah Kabupaten Kampar, Riau.

 

Selain mempertanyakan apakah laporan dugaan pencemaran telah diterima, Media Dobrak juga meminta konfirmasi mengenai rencana penurunan tim investigasi, pengambilan sampel kualitas air, koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait, langkah penegakan hukum apabila ditemukan pelanggaran, serta jaminan keamanan penggunaan air sungai oleh masyarakat selama proses penyelidikan berlangsung.

 

Dugaan pencemaran di hulu Sungai Kampar sebelumnya juga mendapat perhatian dari DPRD Kabupaten Kampar. Legislator meminta instansi lingkungan hidup segera melakukan investigasi untuk memastikan penyebab perubahan kualitas air sekaligus mengantisipasi dampak yang lebih luas terhadap masyarakat.

 

Sungai Kampar merupakan salah satu sumber air yang dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari, pertanian, perikanan, hingga aktivitas ekonomi lainnya. Karena itu, setiap indikasi penurunan kualitas air dinilai perlu ditangani secara cepat melalui investigasi ilmiah dan koordinasi lintas instansi.

 

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan lebih lanjut dari KLH mengenai jadwal investigasi lapangan maupun hasil awal yang diperoleh. Media Dobrak masih menunggu perkembangan tindak lanjut dari PUDAL Sumatera dan akan terus mengupayakan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait guna menyajikan informasi yang berimbang kepada masyarakat.

 

Editor: AN