WMC||Malang, Memberikan kuliah lapang bertujuan implementasi pendidikan dan pengabdian masyarakat yang sesuai dengan kurikulum berdampak Kemendristek Dikti yang langsung menyentuh sasaran masyarakat dalam mengawal banyak program-program pembangunan melalui jalur (POKIR) pokok pikiran aspirasi masyarakat, Ungkap Dr Agung Suprojo, M.A.P. Dosen (UNITRI) juga sebagai Dekan Falkultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.Minggu, (26/04/2026)

Gambar 1. Bapak Agung dan Mahasiswa dilokasi bukti penyaluran POKIR
Dalam rangka kegiatan kuliah lapang, Bapak Agung juga mengajak memperdalam tentang POKIR, dimana mahasiswa menjadi mengetahui dan bagaimana hasil dari kuliah lapang ini menjadi suatu bentuk-bentuk pengawasan Program POKIR, sehingga yang namanya pembangunan itu benar-benar terawasi supaya sasaran pembangunan itu tepat kepada kesejahteraan masyarakat.
Tujuan Kuliah Lapang juga sebagai melahirkan generasi muda untuk mengenal lembaga-lembaga pemerintahan, seperti halnya mulai dari aparatur Desa Sampai dengan Legislatif DPR.
Mengenalkan mahasiswa – mahasiwa kepada lembaga-lembaga tersebut menjadi mengetahui bagaimana benang merah antar kelembagaan dalam meningkatkan kesejahterakan masyarakat yang umumnya tumbuh secara optimis sebagai aparatur pemerintah dan juga optimis sebagai jalur politik.
Melalui kegiatan ini mengharapkan mahasiswa dengan generasi masa kini tidak memandang politik menjadi “Apatisme”, suatu hal tersebut menjadi anggota Legeslatif seolah-olah setelah manjadi jabatan Dewan tidak ada pekerjaan, ternyata tidak begitu,”ulas Bapak Dekan”, sekarang kita lihat dari POKIR Legislatif bisa mewujudkan peningkatan kesejahteraan Masyarakat yang di aspirasikan.
Dengan sendirinya Mahasiwa akan menjadi pola pikir yang berupa mengetahui untuk mewujudkan kesejateraan masyarakat melalui legeslatif yang sangat diperlukan.

Gambar 2. Lokasi bukti nyata pemasangan Paving dari program POKIR
Dody Agustino adalah salah satu pemimpin lembaga kemasyarakatan yang berfungsi sebagai perantara antar pemerintah lokal dan masyarakat.
Beliu memberikan paparan kepada mahasiswa tentang perlunya POKIR. (Orang nomer satu ini di wilayah Kec,Dau, juga sebagai Ketua PAC PDI Perjuangan)
Dody mengatakan POKIR adalah salah satu bukti nyata dari aspirasi masyarakat melaui RESES yaitu dimana Anggota DPR/DPRD turun kedaerah pemilihan (dapil) untuk berinteraksi langsung dengan konstituen diluar masa sidang.
Agenda ini bertujuan menyerap, menampung, dan menindaklanjuti aspirasi, keluhan, serta usulan masyarakat mengenai pembangunan, sosial, dan ekonomi untuk diperjuangkan dalam program pemerintah. Ungkap Dody.

Gambar 3. Penyerahan Cinderamata
Dengan rasa terimakasih kepada Bapak Dody, Mahasiswa (UNITRI) memberikan cinderamata berupa Sertifikat dan Honorarium sebagai nilai simbolis dan profesional yang tinggi
Kesimpulan, Kuliah lapang adalah metode pembelajaran luar kelas di mana mahasiswa mengaplikasikan teori ke dalam praktik langsung di lingkungan masyarakat. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi, memberikan pengalaman nyata, serta memperkuat keterampilan teknis.(Vickry)





