banner 728x90
Daerah  

Wamen Transmigrasi Viva Yoga Dorong Sinergi dengan Kemendikdasmen untuk Tingkatkan Pendidikan di Kawasan Transmigrasi

Img 20260617 Wa0158
banner 120x600

WMC|| Jakarta – Kementerian Transmigrasi (Kementrans) dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) membuka peluang kerja sama strategis dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di kawasan transmigrasi dan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Pendidikan Inklusif dan Pemerataan Pendidikan Daerah 3T, Dr. Rita Pranawati, S.S., M.A., dengan Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, di Gedung Makarti, Kompleks Kantor Kementerian Transmigrasi, Kalibata, Jakarta, Senin (15/6/2026).

 

Img 20260617 Wa0155

Dalam pertemuan tersebut, Rita Pranawati mengapresiasi program pembangunan dan rehabilitasi toilet sekolah yang telah dilaksanakan Kementrans di berbagai kawasan transmigrasi. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan upaya Kemendikdasmen dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di Indonesia.

Rita mengungkapkan masih terdapat sekitar 70.000 sekolah mulai dari tingkat PAUD, SD, SMP hingga SMA yang membutuhkan pembangunan maupun rehabilitasi toilet agar memenuhi standar kelayakan. Selain itu, ia juga mengusulkan pembangunan rumah dinas guru guna mendukung peningkatan kualitas pendidikan di daerah-daerah terpencil.

Tidak hanya fokus pada infrastruktur pendidikan, Kemendikdasmen juga menawarkan program Relawan Mengajar yang bertujuan menghadirkan tenaga pendidik sukarelawan ke sekolah-sekolah di kawasan transmigrasi.

Menanggapi hal tersebut, Viva Yoga menyambut baik rencana sinergi antarkementerian tersebut. Ia menyatakan bahwa program pembangunan toilet sekolah yang dijalankan Kementrans telah memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan siswa di kawasan transmigrasi.

“Kami telah melaksanakan program ini di berbagai kawasan transmigrasi dan hasilnya sangat dirasakan oleh masyarakat, khususnya para siswa dan tenaga pendidik,” ujar Viva Yoga.

Program pembangunan dan rehabilitasi toilet sekolah telah dilaksanakan di sejumlah wilayah, antara lain SDN 10 Pulubala di Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo, serta SDN 14 Sumalata di Kawasan Transmigrasi Sumalata, Kabupaten Gorontalo Utara. Selain itu, Kementrans juga melakukan pemantauan fasilitas pendidikan di SD Inpres 13 Kampung Udapi Hilir, Kawasan Transmigrasi Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat.

Menurut Viva Yoga, penyediaan fasilitas toilet yang layak dan akses air bersih menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan nyaman bagi siswa maupun guru.

Terkait program Relawan Mengajar, Viva Yoga menilai program tersebut dapat disinergikan dengan Program Trans Patriot yang telah dijalankan Kementrans sejak 2025. Program ini melibatkan para sarjana, magister, doktor hingga guru besar dari berbagai perguruan tinggi untuk melakukan riset dan pemberdayaan masyarakat di kawasan transmigrasi.

“Relawan Mengajar memiliki ruang yang sangat luas untuk berkolaborasi dengan Program Trans Patriot dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di kawasan transmigrasi,” jelasnya.

Sebagai tindak lanjut, Viva Yoga memberikan kesempatan kepada pihak Kemendikdasmen untuk mempresentasikan Program Relawan Mengajar dalam kegiatan pembekalan bagi 1.476 peserta Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Tahun 2026 yang akan bertugas di berbagai kawasan transmigrasi di Indonesia.

Kolaborasi antara Kementrans dan Kemendikdasmen diharapkan dapat mempercepat pemerataan kualitas pendidikan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan transmigrasi dan daerah 3T.(red/tim )