banner 728x90

Padahal Proyek IKN Dikerjakan 24 Jam: Ternyata Ini Penghambat Utamanya.

Screenshot 20240712 102851 1
banner 120x600

Jakarta wartamerdeka.com – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur ternyata tak semulus yang dibayangkan. Beberapa hambatan cukup membuat pemerintah pusing tujuh keliling dalam mengebut pembangunan ibu kota baru.

Curah hujan yang tinggi di Kota Nusantara menjadi salah satu hambatan utama yang dihadapi langsung pekerja di IKN. Hujan yang terus turun jadi masalah baru di tengah percepatan pembangunan fasilitas dasar IKN,”Kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan,” bulan kemarin dari total 30 hari, hanya 8 hari saja hujan tidak turun. Padahal pihaknya juga butuh cuaca panas untuk menyelesaikan beberapa bangunan.

Misalnya saja pengaspalan, dengan hujan yang terus turun, pihaknya pun mengakali pengeringan aspal dengan tenda.

Permasalahnya di sana hanya satu yaitu hujan. Dengan kemarin dari 30 hari hanya 8 hari yang terang, selebihnya hujan, sekarang mengaspal pun pakai tenda, supaya nggak kena hujan,” kata Basuki di Halaman Istana Merdeka, Jakarta Pusat, pada Rabu (11/7/2024) kemarin.

Ia juga mengatakan,”Hujan juga menimbulkan kemacetan di kota Nusantara dan sekitarnya, karena akses jalan ke IKN masih banyak yang berupa tanah dan lumpur. Basuki bilang pekerjaan pembangunan sendiri difokuskan di malam hari agar tak menganggu lalu lintas, namun ternyata pada akhirnya kemacetan pun tak terhindarkan.

Basuki mengatakan,”Semalam di IKN macet total semua, karena hujan, mereka kerja 24 jam, kita atur supaya batching plant beroperasi malam, ternyata semalam macet.

Kejar Target Presiden Ngantor di IKN
Di sisi lain, Basuki sendiri menyatakan sarana dan prasarana di Nusantara siap pada bulan ini. Artinya, IKN siap menyambut Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sebelumnya berencana ngantor di sana pada bulan Juli ini.

Infrastruktur air minum, kelistrikan hingga telekomunikasi akan siap pada bulan ini. Dengan demikian, IKN siap untuk ditempati pada bulan ini,”Tutur Basuki.

Basuki mengatakan,”Yang namanya Juli itu kan tanggal 31. Dari dulu saya bilang pertengahan Juli air akan masuk, listrik sudah masuk, karena tadi saya baru kumpulin untuk energi dan komunikasi. Telkom, PLN, tadi sudah melapor.

Menurutnya Jokowi belum menyatakan akan batal berkantor di IKN bulan Juli, meskipun sempat menyatakan infrastruktur di IKN belum siap digunakan saat ditanya kapan berkantor di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Sampai saat ini, pihaknya masih melakukan proses penyiapan sarana dan prasarana pendukung di Ibu Kota Nusantara (IKN) akan rampung pada Juli ini.

Basuki menuturkan,”Beliau kan nggak mengatakan batal kan, beliau hanya bilang ‘sudah belum? belum, sudah, belum’. Gitu aja kan? Tapi yang namanya Juli, sekarang tanggal berapa? Nah iya baru tanggal 10 kan, masih ada 20 hari lagi,” pungkasnya.

Penulis: SawijanEditor: Sawijan wartamerdeka