banner 728x90
Daerah  

Haflatul Imtihan MaDin Nurul Qur’an Camplong Sampang: Momentum Syukur dan Wisuda 11 Santri FAUD

Gridart 20260329 105649406
banner 120x600

WMC|| SAMPANG – Madrasah Diniyah (MaDin) Nurul Qur’an menggelar kegiatan Haflatul Imtihan sekaligus wisuda santri FAUD dan MaDin di Desa Gendis Rabasan, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura, pada Minggu (23/03/2026).
Kegiatan ini berlangsung dengan penuh khidmat dan dihadiri oleh para santri, wali murid, tokoh agama, serta masyarakat sekitar. Haflatul Imtihan menjadi agenda rutin tahunan sebagai penutup proses belajar mengajar sekaligus bentuk rasa syukur atas capaian para santri.
Pengasuh MaDin Nurul Qur’an, Kiyai Abdul Wafi, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan tradisi yang selalu dilaksanakan setiap akhir tahun pendidikan.
“Haflatul Imtihan ini memang dilaksanakan setiap tahun sebagai penutup pendidikan FAUD dan MaDin,” ujarnya.
Dalam acara tersebut, sebanyak 11 santri FAUD diwisuda, termasuk Waheda, putri dari almarhumah Sumiyeh, bersama santri lainnya yang telah menyelesaikan pendidikannya.
Haflatul Imtihan tidak hanya menjadi seremoni kelulusan, namun juga memiliki makna mendalam sebagai simbol kesiapan santri dalam menghadapi kehidupan di tengah masyarakat. Kegiatan ini menjadi wujud syukur atas selesainya ujian serta evaluasi hasil belajar para santri selama satu tahun.
Selain itu, acara ini juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antara pihak madrasah, wali santri, dan masyarakat, sekaligus sarana syiar Islam.
Rangkaian kegiatan biasanya dimeriahkan dengan pawai karnaval, penampilan seni hadroh, kreativitas santri, hingga puncaknya pengajian umum atau tabligh akbar. Tradisi ini juga kental dengan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah yang menjadi ciri khas pendidikan pesantren di Madura.
Melalui Haflatul Imtihan, para santri tidak hanya diuji dari sisi akademik, tetapi juga dari aspek akhlak, keimanan, dan keterampilan.
“Ini menjadi ujian sesungguhnya bagi santri saat kembali ke masyarakat, di mana ilmu, iman, dan akhlak mereka diuji,” pungkas Kiyai Abdul Wafi.

red/tim