BALI – Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Dapil Bali, I Nyoman Parta, membagikan refleksi ideologis mengenai makna simbol partai berlambang banteng melalui unggahan di media sosial pribadinya, Senin (30/3/2026).
Dalam tulisannya, Parta mengulas filosofi “moncong putih dalam lingkaran” yang menjadi identitas PDI Perjuangan. Ia menegaskan bahwa simbol tersebut bukan sekadar lambang visual, tetapi mengandung nilai perjuangan yang harus terus dijaga oleh seluruh kader partai.
“Warna dasar merah melambangkan keberanian mengambil risiko dalam memperjuangkan keadilan dan kebenaran untuk rakyat,” tulis Parta dalam unggahannya.
Ia menjelaskan, mata merah dengan tatapan tajam pada simbol banteng mencerminkan sikap waspada terhadap berbagai ancaman dalam perjuangan politik. Sementara itu, moncong putih dimaknai sebagai simbol kepercayaan dan komitmen dalam memperjuangkan keadilan dan kebenaran.
Lebih jauh, Parta menyoroti lingkaran yang mengelilingi kepala banteng sebagai lambang tekad yang bulat serta perjuangan yang dilakukan secara terus-menerus tanpa terputus.
“Ini adalah pengingat bahwa perjuangan politik tidak boleh berhenti di tengah jalan. Harus konsisten, berkelanjutan, dan selalu berpihak pada rakyat,” tegasnya.
Refleksi tersebut disampaikan Parta bertepatan dengan momentum pengukuhan struktur partai tingkat bawah yang berlangsung di Alun-alun Gianyar. Kegiatan itu meliputi pengukuhan Anak Ranting, Ranting, hingga Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan.
Acara tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Bali, Wayan Koster, serta Ketua DPC PDI Perjuangan Gianyar, Made Mahayastra. Turut hadir dalam kegiatan itu anggota fraksi, para senior partai, serta tokoh masyarakat setempat.
Parta menilai, penguatan struktur partai hingga ke tingkat akar rumput menjadi langkah strategis dalam menjaga soliditas organisasi sekaligus memastikan ideologi partai tetap hidup di tengah masyarakat.
Menurutnya, keberadaan Anak Ranting dan Ranting merupakan ujung tombak perjuangan partai dalam menyerap aspirasi rakyat sekaligus mengawal kebijakan agar tetap berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
“Partai tidak akan kuat tanpa struktur di bawah. Di situlah denyut perjuangan sesungguhnya,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa kader PDI Perjuangan harus mampu menginternalisasi nilai-nilai simbol partai dalam tindakan nyata, bukan sekadar slogan. Keberanian, kewaspadaan, integritas, dan konsistensi, kata dia, harus tercermin dalam setiap langkah politik kader.
Momentum pengukuhan ini, lanjut Parta, menjadi pengingat bahwa perjuangan politik membutuhkan komitmen jangka panjang dan kerja kolektif yang solid.
“Dengan tekad yang bulat seperti lingkaran itu, kita terus bergerak, tidak terputus, demi keadilan dan kesejahteraan rakyat,” pungkasnya.





