banner 728x90
Daerah  

Wasilah Subuh di Masjid Al-Akbar Cikini: Ashraf Ali Tekankan Masjid sebagai Penjaga Moral dan Stabilitas Umat

Screenshot 20260418 115453 Gallery
banner 120x600

JAKARTA – Forum Wasilah Subuh kembali menggelar kegiatan sholat subuh berjamaah di Masjid Al-Akbar, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (18/4/2026). Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang ibadah rutin, tetapi juga wadah konsolidasi umat dalam memperkuat nilai keimanan, persatuan, serta kepedulian sosial di tengah dinamika kehidupan ibu kota.

Ketua DKM Masjid Al-Akbar HM Ashraf Ali, Bac, SH, dalam sambutannya menegaskan, masjid harus memainkan peran strategis sebagai pusat pembinaan umat sekaligus penjaga stabilitas sosial.

“Masjid kita yakini sebagai benteng kita, bentengnya umat Islam, bentengnya rakyat dan bangsa Indonesia agar melalui kegiatan-kegiatan di masjid ini dapat menurunkan tensi situasi yang memanas,” tegas Ashraf di hadapan jamaah.

Ia menilai, di tengah situasi global yang tidak menentu dan derasnya arus informasi, masyarakat membutuhkan ruang-ruang yang menenangkan sekaligus memperkuat persatuan. Dalam konteks tersebut, masjid dinilai memiliki posisi yang sangat vital.

Ashraf juga mengingatkan bahwa kondisi dunia saat ini tengah diwarnai konflik geopolitik yang kompleks. Namun demikian, ia mengajak masyarakat untuk tetap bersyukur atas kondisi Indonesia yang relatif aman.

“Kita masih sangat bersyukur tinggal di bumi Indonesia. Insya Allah kondisi ini akan terus diberikan Allah dalam keadaan yang baik, tenang, aman, dan nyaman,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Ashraf turut menyinggung konflik di Timur Tengah yang terus memakan korban jiwa. Ia menyebut situasi tersebut sebagai pengingat pentingnya menjaga persatuan dan kedamaian di dalam negeri.

“Hari ini tidak berhentinya rudal ditembakkan dari kedua belah pihak. Kita melihat, betapa mahalnya arti kedamaian yang kita rasakan di Indonesia,” katanya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya dukungan masyarakat terhadap pemerintah dan aparat dalam menjaga ketertiban serta keberlangsungan kehidupan berbangsa.

“Pemerintah ini harus kita dukung. Kalau tidak ada pemerintah, kita juga akan kesulitan dalam banyak urusan. Kalau aparat tidak ada, bisa kacau negara ini,” ujarnya.

Selain isu global, Ashraf juga menyoroti persoalan lokal yang dihadapi masyarakat Jakarta, mulai dari sampah hingga potensi kriminalitas di kalangan generasi muda. Ia mengajak seluruh pengurus masjid dan jamaah untuk aktif menjaga lingkungan masing-masing.

“Kita jaga lingkungan kita, kita jaga masyarakat kita, kita jaga anak-anak muda kita. Jangan sampai terlibat dalam persoalan kriminal, begal, narkoba dan sebagainya,” pesannya.

Menurutnya, kegiatan seperti Wasilah Subuh terbukti mampu mempererat hubungan antarwarga sekaligus meredam potensi konflik sosial yang sebelumnya pernah terjadi di sejumlah wilayah.

“Dulu ada gesekan antarwilayah, tapi sekarang alhamdulillah sudah adem. Ini salah satunya karena kegiatan-kegiatan subuh berjamaah yang terus digalakkan,” ungkapnya.

Di sisi lain, Ashraf juga membuka peluang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas Masjid Al-Akbar sebagai pusat kegiatan keumatan. Ia menegaskan bahwa masjid harus menjadi ruang inklusif yang dapat digunakan untuk berbagai aktivitas positif.

“Kami membuka diri. Tempat ini bisa digunakan untuk rapat, kegiatan Dewan Masjid, atau kegiatan umat lainnya. Masjid ini milik kita bersama,” tuturnya.

Kegiatan Wasilah Subuh yang diisi dengan tausiyah oleh KH Zainuri Hz ini diharapkan terus menjadi agenda rutin yang tidak hanya meningkatkan kualitas ibadah, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial serta menjaga ketahanan moral masyarakat di tengah tantangan zaman.