JAKARTA – Anggota DPR RI sekaligus mantan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menegaskan pentingnya menjaga stabilitas nasional di tengah tekanan ekonomi global yang berpotensi memicu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan inflasi.
Hal tersebut disampaikan dalam agenda Halalbihalal Forum Kebangsaan Pimpinan MPR dan DPR periode 1999–2024 bersama Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Djamari Chaniago di kawasan Parlemen, Senayan, Jakarta.
Menurut Bamsoet, kenaikan harga BBM selalu memiliki dampak berantai yang signifikan terhadap kehidupan masyarakat. Mulai dari meningkatnya biaya transportasi hingga lonjakan harga kebutuhan pokok yang pada akhirnya menekan daya beli masyarakat.
“Setiap kenaikan harga energi akan langsung memicu kenaikan biaya logistik dan harga barang. Ini yang harus diantisipasi secara serius agar tidak mengganggu pemulihan ekonomi nasional,” ujarnya.
Data Badan Pusat Statistik mencatat inflasi Indonesia pada Maret 2026 berada di angka 3,48 persen. Pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa penyesuaian harga BBM kerap diikuti lonjakan inflasi dalam jangka pendek.
Dalam forum tersebut, sejumlah tokoh nasional turut memberikan berbagai masukan strategis kepada pemerintah. Marzuki Alie menekankan pentingnya perbaikan komunikasi publik agar kebijakan pemerintah lebih mudah dipahami masyarakat.
Sementara itu, Rahmat Gobel dan Agus Hermanto mendorong perlindungan terhadap industri dalam negeri dari gempuran produk impor yang dinilai dapat melemahkan daya saing nasional.
Dari sisi stabilitas politik, Priyo Budi Santoso mengingatkan potensi gesekan sosial jika aspirasi masyarakat tidak tersalurkan dengan baik. Ia menilai kondisi global yang tidak menentu dapat memperbesar tekanan terhadap ekonomi dan stabilitas nasional.
Selain itu, Azis Syamsuddin menyoroti pentingnya penguatan fungsi checks and balances agar kebijakan pemerintah tetap berada dalam koridor yang tepat dan mendapatkan legitimasi publik.
Tokoh lainnya, Oesman Sapta Odang, menekankan pentingnya ruang dialog terbuka antara pemerintah dan masyarakat agar kritik dapat menjadi bahan evaluasi kebijakan.
Di sisi lain, Fahri Hamzah menilai pemerintahan Prabowo Subianto memiliki peluang besar menghadapi tantangan global, selama didukung tim yang solid serta tata kelola informasi yang adaptif terhadap perkembangan digital.
Menutup pertemuan, Menko Polkam Djamari Chaniago menegaskan pemerintah terbuka terhadap berbagai masukan dan terus memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk dengan pemerintah daerah dan legislatif.
“Masukan dari para tokoh sangat penting agar kebijakan pemerintah semakin tepat sasaran dan mampu menjaga stabilitas ekonomi serta sosial masyarakat,” ujarnya.
Pemerintah, lanjutnya, juga terus mendorong berbagai program strategis seperti penguatan ekonomi desa, bantuan sosial, dan ketahanan pangan guna menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian global.





