BANJARMASIN – Anggota Komisi III DPR RI Habib Aboe Bakar Alhabsyi melakukan kunjungan kerja (reses) ke Markas Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel), dalam rangka memantau langsung kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah tersebut.
Kehadiran legislator senior itu disambut langsung oleh Kapolda Kalsel Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H, Wakapolda Kalsel Brigjen Pol Golkar Pangarso Rahardjo, S.H., S.I.K serta Irwasda Polda Kalsel Kombes Pol Alfis Suhaili, SIK, MSi. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban, sekaligus membahas berbagai isu strategis, terutama pemberantasan narkotika.
Dalam kesempatan itu, Habib Aboe memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan Polda Kalsel dalam mengungkap jaringan narkoba skala besar. Ia menilai capaian tersebut sebagai bukti nyata komitmen aparat dalam melindungi masyarakat.
“Saya datang bukan hanya untuk bersilaturahmi, tetapi untuk menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. Pemusnahan 75,2 kilogram sabu dan lebih dari 15 ribu butir ekstasi ini bukan angka kecil—ini adalah langkah nyata menyelamatkan masa depan ribuan generasi muda,” tegas Habib Aboe.
Menurutnya, keberhasilan ini mencerminkan kerja keras, keberanian, dan konsistensi jajaran kepolisian dalam memutus mata rantai peredaran gelap narkotika yang semakin kompleks.
“Di balik angka-angka itu, ada dedikasi luar biasa dari personel di lapangan. Ini bukti bahwa negara hadir dan tidak tinggal diam melawan kejahatan narkoba,” lanjutnya.
Selain isu narkotika, Habib Aboe juga menyoroti pentingnya integritas dalam tubuh Polri. Ia mengapresiasi komitmen Kapolda Kalsel dalam menjaga profesionalisme serta keberanian dalam memberantas tindak pidana korupsi.
“Kami di Komisi III DPR RI akan selalu berada di belakang aparat penegak hukum yang bekerja jujur dan tegas. Penegakan hukum yang transparan dan akuntabel adalah kunci utama membangun kepercayaan publik,” ujarnya.
Habib Aboe menegaskan bahwa dukungan politik terhadap institusi kepolisian akan terus diberikan, selama langkah-langkah yang diambil berpihak pada keadilan dan kepentingan masyarakat luas.
Menutup kunjungannya, imengingatkan bahwa tantangan ke depan tidaklah ringan. Posisi geografis Kalimantan Selatan yang strategis membuat wilayah ini rawan menjadi jalur perlintasan narkotika lintas daerah hingga internasional.
“Perang melawan narkoba adalah perjuangan panjang yang tidak boleh kendor. Kita tidak boleh lengah sedikit pun. Saya berdiri bersama Polda Kalsel untuk memastikan daerah ini bersih dari peredaran narkotika,” pungkasnya.





