banner 728x90
Daerah  

Meski Dana Desa Terbatas, Pemdes Gadingkulon Wujudkan Pengaspalan Hotmix Melalui Sinergi PAD dan Swadaya Masyarakat.

1001376762
banner 120x600

WMC||Kab.MALANG – Pemerintah Desa Gadingkulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, kembali menunjukkan komitmennya dalam mempercepat pembangunan infrastruktur desa melalui kegiatan gelar aspal hotmix yang dilaksanakan pada Senin (3/8/2026).

Pekerjaan ini dipusatkan di Dusun Krajan, meliputi wilayah RT 06, RT 07, RT 08, RT 09, dan RT 10, RW 02, sebagai upaya meningkatkan kualitas akses jalan yang selama ini menjadi jalur utama aktivitas masyarakat.

Program pengaspalan tersebut menjadi salah satu prioritas Pemerintah Desa Gadingkulon dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Jalan yang sebelumnya mengalami penurunan kualitas kini diperbaiki menggunakan lapisan Hot Rolled Sheet (HRS) sehingga diharapkan lebih kuat, nyaman, dan memiliki daya tahan lebih lama terhadap beban kendaraan maupun perubahan cuaca.

Kepala Desa Gadingkulon, Wahyu Eddy Prihanto, mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur jalan merupakan investasi jangka panjang bagi desa. Menurutnya, jalan yang baik akan memperlancar mobilitas masyarakat, mempercepat distribusi hasil pertanian, mempermudah akses pendidikan, kesehatan, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi desa.

“Perbaikan jalan bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi merupakan bentuk pelayanan pemerintah desa kepada masyarakat. Dengan akses jalan yang semakin baik, aktivitas warga akan lebih lancar dan roda perekonomian desa dapat berkembang,” ujarnya.

Sementara itu, Yudi Wahono, selaku Kaur Pemerintahan, menjelaskan bahwa pembangunan jalan hotmix tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi beberapa sumber pendanaan, yakni Dana Desa (DD), Pendapatan Asli Desa (PAD), serta swadaya masyarakat. Menurutnya, keterlibatan berbagai sumber anggaran menjadi bukti adanya semangat gotong royong antara pemerintah desa dan masyarakat dalam membangun Desa Gadingkulon.

“Pembangunan ini menggunakan Dana Desa, Pendapatan Asli Desa, dan dukungan swadaya masyarakat. Sinergi ini menjadi kekuatan bersama agar pembangunan dapat terlaksana secara maksimal dan manfaatnya benar-benar dirasakan warga,” jelas Yudi Wahono.

Pekerjaan pengaspalan dilaksanakan dengan spesifikasi panjang jalan 727 meter dan lebar rata-rata sekitar 2,8 meter. Dengan ukuran tersebut, luas jalan yang diaspal mencapai sekitar 2.036 meter persegi, sehingga mampu meningkatkan kualitas akses di kawasan Dusun Krajan secara signifikan.

Rincian pendanaan pembangunan tersebut meliputi:
Pertama, bersumber dari Dana Desa (DD) dengan nilai Rp161.475.000. Anggaran ini digunakan untuk pengadaan dan pelaksanaan pekerjaan berupa 85 ton Hot Rolled Sheet (HRS), 2 drum Tack Coat Emulsion (TCE) sebagai perekat antar lapisan aspal, mobilisasi alat finisher untuk menghampar aspal, serta mobilisasi tandem roller sebagai alat pemadat jalan.

Kedua, berasal dari Pendapatan Asli Desa (PAD) sebesar Rp43.626.000, yang digunakan untuk pengadaan 23 ton HRS dan 1 drum Tack Coat Emulsion (TCE) guna mendukung penyelesaian pekerjaan.

Ketiga, melalui swadaya masyarakat dengan nilai Rp52.875.000, yang dimanfaatkan untuk penyediaan 29 ton HRS serta penggunaan ½ TCE dalam proses pekerjaan. Partisipasi masyarakat tersebut menjadi bukti tingginya kepedulian warga terhadap pembangunan lingkungan tempat tinggal mereka.
Secara keseluruhan, total anggaran yang digunakan dalam proyek pengaspalan hotmix ini mencapai Rp257.976.000.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Desa Gadingkulon memiliki luas wilayah sekitar 453 hektare atau 4,53 kilometer persegi. Dengan luas wilayah tersebut, peningkatan kualitas infrastruktur jalan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung konektivitas antarwilayah, memperlancar aktivitas sosial maupun ekonomi masyarakat, serta menunjang pemerataan pembangunan desa.

Pemerintah Desa Gadingkulon berharap keberadaan jalan hotmix ini mampu memberikan manfaat dalam jangka panjang. Selain meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, pembangunan tersebut juga diharapkan dapat memperlancar distribusi hasil pertanian, mempercepat akses layanan publik, meningkatkan nilai ekonomi kawasan, dan menjadi salah satu langkah nyata menuju Desa Gadingkulon yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera.(Kry)