WMC_Halmahera Tengah (6/5/2026) Salah-satu Akademisi di Kota Ternate Maluku Utara, menyoroti kasus pengeroyokan tehadap korban Adelia yang terjadi di Desa Sakam, Kecamatan Patani Timur, Kabupaten Halmahera Tengah baru-baru ini. Dalam tanggapanya Harun Gafur Akademsi Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara menyampaikan kepada Kepolisian Resor (Polres) Halmahera Tengah untuk segera mengusut tuntas dan menangkap para pelaku
Dari informasi yang dihimpun oleh media melalui salah-satu keluarga korban (jas), bahwa peristiwa kekerasan tersebut terjadi pada Selasa, (5/05/2026) yang telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat dan para netizen di media social. Tindakan pengeroyokan merupakan pelanggaran hukum serius yang tidak dapat ditoleransi dan harus ditindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku.
Harun menilai aparat penegak hukum perlu bergerak cepat, profesional, dan transparan dalam menangani kasus ini. Penegakan hukum yang tegas akan memberikan efek jera kepada pelaku sekaligus mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Sehubungan dengan itu, kami menyampaikan beberapa tuntutan: Mendesak Polres Halmahera Tengah segera mengidentifikasi dan menangkap seluruh pelaku yang terlibat, Meminta proses hukum dilakukan secara terbuka dan tidak tebang pilih, Menjamin perlindungan terhadap korban dan saksi, Mengimbau kepada keluarga korban untuk tetap tenang serta mempercayakan penanganan kasus ini kepada pihak berwenang. Ungkap run, kepada media wartamerdeka.com.









