PALU – Pengungkapan kasus penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 16 kilogram di Bandara SIS Aljufri menuai sorotan tajam dari parlemen. Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menilai kejadian tersebut sebagai bukti adanya celah serius dalam sistem pengawasan di pintu masuk strategis.
Menurut Sudding, keberhasilan aparat menggagalkan peredaran sabu patut diapresiasi, namun fakta bahwa barang tersebut sempat lolos dari pemeriksaan bandara menjadi persoalan yang jauh lebih besar.
“Ini alarm keras bagi kita semua. Bandara yang seharusnya menjadi garda terdepan justru bisa ditembus. Artinya ada yang tidak beres dalam sistem,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa selama ini jalur peredaran narkoba di Sulawesi Tengah identik dengan jalur laut dan pelabuhan tidak resmi. Namun, masuknya narkotika melalui jalur udara menunjukkan bahwa jaringan pelaku semakin berani dan terorganisir.
Sudding juga meminta aparat penegak hukum untuk tidak hanya berhenti pada penangkapan kurir, tetapi menelusuri hingga ke aktor utama di balik jaringan tersebut. Menurutnya, pengungkapan bandar besar merupakan kunci dalam memutus rantai peredaran narkoba.
“Jangan hanya tangkap pelaku lapangan. Harus dibongkar sampai ke bandar dan jaringan utamanya,” tegasnya.
Ia turut menyoroti dampak sosial yang ditimbulkan dari peredaran narkoba yang semakin meluas. Tidak hanya menyasar individu, tetapi juga telah merambah lingkungan keluarga hingga anak-anak.
“Kita sedang menghadapi ancaman serius. Jika tidak ditangani secara luar biasa, generasi muda kita bisa menjadi korban berikutnya,” katanya.
Sudding mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan bandara, termasuk peningkatan teknologi deteksi dan pengawasan terhadap petugas di lapangan. Selain itu, sinergi antar lembaga juga dinilai penting untuk memperkuat pengawasan di seluruh jalur distribusi.
Kasus ini menjadi peringatan bahwa perang melawan narkoba membutuhkan langkah tegas, konsisten, dan terkoordinasi dari semua pihak.
“Negara tidak boleh kalah. Ini soal keselamatan masyarakat dan masa depan bangsa,” pungkasnya.





