banner 728x90
Daerah  

Ketum HSB Malang Barat Perkuat Budaya di Kongres Nusantara

1001385669
banner 120x600

WMC||MALANG – Ketua Umum Himpunan Seni Budaya dan Sosial Malang Barat, Bambang Santoso, SH, menghadiri Kongres Kebudayaan Nusantara 2026 yang digelar di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Sabtu (8/8/2026).

Kongres Kebudayaan Nusantara tersebut menjadi ruang pertemuan berbagai unsur kebudayaan untuk menggali kembali jejak peradaban Nusantara sekaligus membahas arah pemajuan kebudayaan di tengah perubahan zaman. Kegiatan ini diikuti berbagai unsur, mulai dari budayawan, tokoh adat, penghayat kepercayaan, akademisi, pelaku seni hingga generasi muda.

Kehadiran Bambang Santoso dalam forum tersebut menjadi bentuk komitmen Himpunan Seni Budaya dan Sosial Malang Barat dalam mendukung upaya pelestarian serta pengembangan kebudayaan Nusantara, khususnya budaya lokal di wilayah Malang Barat.

Menurut Bambang, budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan bagian penting dari identitas masyarakat yang harus terus dirawat dan dikembangkan agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Pendapat Bambang Santoso,
“Kebudayaan Nusantara merupakan jati diri bangsa. Karena itu, kita tidak cukup hanya menjaga peninggalan leluhur, tetapi juga harus mampu mengembangkan dan meneruskannya kepada generasi muda agar tetap hidup dan relevan di tengah perubahan zaman.”

Ia menilai terdapat sejumlah fungsi penting dalam penguatan kebudayaan Nusantara.

Pertama, melestarikan budaya agar nilai, tradisi, seni, bahasa, serta kearifan lokal tidak hilang di tengah arus modernisasi.

Kedua, menjadi ruang untuk merumuskan kebijakan budaya yang berpihak pada keberlangsungan kebudayaan dan para pelaku budaya.

Ketiga, menjadi wadah untuk menampung aspirasi masyarakat budaya, termasuk seniman, budayawan, komunitas adat dan generasi muda.
Selain itu, kebudayaan juga memiliki peran penting dalam menghadapi perubahan zaman. Menurut Bambang, budaya harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan sosial tanpa kehilangan nilai-nilai dasarnya.
“Budaya harus bisa beradaptasi. Modernisasi tidak boleh membuat kita kehilangan akar. Justru nilai-nilai luhur dari leluhur harus menjadi fondasi untuk menghadapi masa depan,” ujarnya.

Bambang juga menekankan bahwa kebudayaan memiliki peran strategis dalam memperkuat identitas dan persatuan bangsa. Keberagaman budaya yang dimiliki Indonesia, menurutnya, merupakan kekuatan yang dapat menjadi perekat masyarakat.
Fungsi lainnya adalah mendorong keterlibatan generasi muda. Anak muda perlu diberikan ruang untuk mengenal, mempelajari, sekaligus mengembangkan kebudayaan dengan pendekatan yang sesuai dengan perkembangan zaman.
“Generasi muda jangan hanya menjadi penonton. Mereka harus menjadi pelaku dan penerus kebudayaan. Dengan kreativitas dan teknologi yang mereka miliki, budaya Nusantara justru bisa semakin dikenal luas,” tambahnya.
Di sisi lain, Bambang melihat kebudayaan juga memiliki potensi besar untuk mengembangkan ekonomi berbasis budaya. Seni pertunjukan, kerajinan, kuliner tradisional, fesyen, pariwisata budaya hingga berbagai produk kreatif lokal dapat dikembangkan menjadi sumber ekonomi masyarakat.

Kongres Kebudayaan Nusantara 2026 sendiri mengusung semangat menggali jejak-jejak peradaban Nusantara sebagai bagian dari upaya memperkuat jati diri bangsa. Forum tersebut diharapkan menjadi ruang bersama untuk merumuskan arah kebudayaan yang mampu menjawab tantangan masa kini sekaligus menjaga kesinambungan warisan budaya untuk generasi mendatang.

Bambang berharap hasil kongres tidak berhenti sebagai wacana, tetapi dapat diterjemahkan menjadi gerakan nyata di tingkat masyarakat.

Ungkapan Bambang Santoso:
“Yang paling penting adalah bagaimana hasil kongres ini bisa turun ke masyarakat. Pelestarian budaya harus menjadi gerakan bersama, dari pemerintah, komunitas budaya, pelaku seni, dunia pendidikan hingga generasi muda.”
Ia menegaskan, Malang Barat memiliki kekayaan seni, tradisi dan budaya yang perlu terus dikembangkan sebagai bagian dari kekayaan budaya Nusantara.
“Malang Barat memiliki potensi budaya yang luar biasa. Tugas kita bersama adalah menjaga, mengembangkan dan mewariskannya agar tidak berhenti pada satu generasi,” pungkasnya.(kry)