banner 728x90

Sambut 1 Muharram 1448 H, Siti Aisyah Ajak Masyarakat Tinggalkan Hoaks dan Perkuat Solidaritas Sosial

Selamat Tahun Baru Islam1 Muharram 1448 Hijriyah
banner 120x600

JAKARTA – Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Siti Aisyah mengajak seluruh umat Islam di Indonesia menjadikan momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah sebagai sarana memperkuat kualitas diri, mempererat persatuan bangsa, serta menumbuhkan optimisme dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Menurut Siti, Tahun Baru Islam bukan sekadar pergantian angka dalam kalender Hijriah, melainkan momentum penting untuk melakukan refleksi, evaluasi diri, dan pembaruan tekad dalam menjalani kehidupan yang lebih baik. Semangat hijrah yang diwariskan Rasulullah SAW, kata dia, memiliki makna yang sangat relevan bagi kehidupan masyarakat Indonesia saat ini.

“Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Mari kita jadikan momentum ini sebagai titik awal untuk memperbaiki diri, memperkuat keimanan, dan meningkatkan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Siti dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (16/62026).

Legislator Fraksi PDI Perjuangan tersebut menjelaskan bahwa peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah merupakan salah satu tonggak sejarah peradaban Islam yang sarat dengan nilai perjuangan, pengorbanan, persatuan, dan visi masa depan. Hijrah bukan sekadar perpindahan tempat, melainkan transformasi menuju kehidupan yang lebih baik dan lebih bermartabat.

Menurut Siti, semangat hijrah perlu dimaknai sebagai upaya berkelanjutan untuk meninggalkan berbagai perilaku negatif menuju perilaku yang lebih baik. Dalam konteks kehidupan modern, hijrah dapat diwujudkan dengan memperkuat integritas, menumbuhkan kepedulian sosial, serta menjaga etika dalam kehidupan bermasyarakat.

“Spirit hijrah mengajarkan kita untuk berani berubah menjadi lebih baik. Kita harus meninggalkan sikap egois, menjauhi penyebaran hoaks, menghindari ujaran kebencian, serta memperkuat budaya saling menghormati dan menghargai perbedaan,” katanya.

Siti menilai bahwa salah satu hikmah terbesar dari Tahun Baru Islam adalah pentingnya melakukan muhasabah atau introspeksi diri. Dengan muhasabah, setiap individu dapat mengevaluasi perjalanan hidupnya selama setahun terakhir sekaligus menyusun langkah-langkah perbaikan untuk masa depan.

Menurut dia, kesalehan individu harus mampu melahirkan kesalehan sosial. Kebaikan yang dilakukan seseorang tidak hanya berdampak bagi dirinya sendiri, tetapi juga harus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar dan masyarakat luas.

Selain itu, Siti juga menekankan pentingnya memperkuat persatuan dan solidaritas sosial di tengah keberagaman bangsa Indonesia. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan hijrah Rasulullah SAW tidak terlepas dari kuatnya persaudaraan antara kaum Muhajirin dan Ansar yang mampu mengesampingkan perbedaan demi tujuan yang lebih besar.

“Indonesia dibangun di atas fondasi keberagaman. Karena itu, momentum 1 Muharram harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus mempererat silaturahmi, menjaga persatuan, dan menguatkan semangat gotong royong sebagai identitas bangsa,” ujarnya.

Ia menambahkan, tantangan global yang semakin kompleks membutuhkan kekuatan kolektif seluruh elemen bangsa. Oleh sebab itu, semangat kebersamaan dan solidaritas harus terus dipelihara agar Indonesia mampu menghadapi berbagai dinamika ekonomi, sosial, maupun politik dengan baik.

Lebih lanjut, Siti mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk meneladani optimisme yang ditunjukkan Rasulullah SAW dalam peristiwa hijrah. Meski menghadapi berbagai ancaman dan tantangan, Rasulullah tetap memiliki keyakinan kuat serta perencanaan yang matang dalam mewujudkan tujuan besar membangun peradaban.

Menurutnya, semangat optimisme tersebut sangat relevan untuk menghadapi tantangan zaman saat ini, termasuk ketidakpastian ekonomi global, perkembangan teknologi yang cepat, serta berbagai perubahan sosial yang terjadi di masyarakat.

“Generasi muda harus menjadi pelopor perubahan. Jangan mudah pesimis menghadapi tantangan. Dengan kerja keras, inovasi, pendidikan yang baik, dan keimanan yang kuat, kita mampu menciptakan masa depan Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing,” tuturnya.

Sebagai anggota DPR RI, Siti menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan berbagai kebijakan yang berpihak kepada kepentingan rakyat, memperkuat pendidikan karakter, serta mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berakhlak mulia.

Ia meyakini bahwa kemajuan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga oleh kualitas moral dan karakter masyarakatnya. Karena itu, nilai-nilai religiusitas, integritas, dan budaya gotong royong harus terus diperkuat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki karakter kuat. Infrastruktur penting, tetapi pembangunan manusia yang berintegritas, religius, dan berbudaya adalah fondasi utama menuju Indonesia yang maju dan sejahtera,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Siti menyampaikan doa dan harapan agar Tahun Baru Islam 1448 Hijriah membawa keberkahan bagi seluruh rakyat Indonesia. Ia berharap pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat, kedamaian dan persatuan bangsa terus terjaga, serta masyarakat semakin giat menebarkan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya kepada bangsa Indonesia. Mari kita buka lembaran baru dengan hati yang bersih, semangat yang baru, serta tekad yang kuat untuk menjadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi sesama. Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah,” pungkas Siti.