banner 728x90
Daerah  

Setor Rp1.200 Triliun ke Negara, Rudi Hartono Bangun Minta BUMN Rugi Segera Ditertibkan

Rudi Hartono Bangun
banner 120x600

JAKARTA -Setoran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ke kas negara dalam beberapa tahun terakhir memang menunjukkan tren positif. Di bawah kepemimpinan Menteri BUMN Erick Thohir, kontribusi BUMN tercatat mencapai Rp1.200 triliun dalam tiga tahun terakhir, angka yang mencerminkan peran strategis BUMN sebagai penopang penerimaan negara.

Namun, capaian tersebut dinilai belum sepenuhnya menggambarkan kondisi riil di lapangan. Anggota Komisi VI DPR RI Rudi Hartono Bangun menyoroti masih adanya ketimpangan kinerja antar-BUMN. Ia menilai hanya segelintir perusahaan yang menjadi penyumbang utama laba dan dividen, sementara banyak lainnya justru mengalami kerugian.

Menurutnya, kondisi ini membuat negara tetap harus turun tangan melalui skema Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk menopang BUMN yang tidak sehat. Bahkan, tidak sedikit anak dan cucu perusahaan yang dinilai menjadi sumber pemborosan dan membebani induk usaha.

Politisi dari Partai NasDem itu pun mendorong adanya kebijakan yang lebih tegas dan terukur. Ia mengusulkan agar BUMN yang berkinerja baik diberikan penghargaan atau insentif, sementara yang terus merugi harus dievaluasi secara menyeluruh, termasuk kemungkinan restrukturisasi atau penutupan unit usaha yang tidak produktif.

“Jangan hanya fokus pada angka besar yang disumbangkan, tapi lihat juga beban yang ditimbulkan. Harus ada keseimbangan antara reward dan punishment,” ujarnya.

Rudi juga mengingatkan bahwa persetujuan PMN yang mencapai puluhan triliun rupiah harus diiringi dengan akuntabilitas tinggi. Ia menilai, tanpa pengawasan ketat, suntikan dana negara berisiko tidak efektif dan hanya menjadi solusi jangka pendek.

Karena itu, ia meminta Kementerian BUMN untuk memperkuat sistem pengawasan internal dan memastikan setiap perusahaan, termasuk anak usaha, memiliki tata kelola yang sehat dan berorientasi pada kinerja.

Dengan langkah tersebut, diharapkan BUMN tidak hanya menjadi sumber pemasukan negara, tetapi juga mampu beroperasi secara efisien dan berkelanjutan di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang.