banner 728x90

Masjid Annursiyah Gelar Halal Bihalal dan Kajian Dhuha, Tekankan Konsistensi Ibadah Pasca-Ramadhan

Screenshot 20260412 102319 Gallery
banner 120x600

JAKARTA – Dalam rangka mempererat silaturahmi melalui Halal Bihalal sekaligus meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat, Masjid An Nursiyah menyelenggarakan kegiatan spiritual bertajuk Kajian Dhuha dengan menghadirkan Habib Ahmad Mujtaba bin Shahab sebagai narasumber utama.

Kegiatan yang terbuka untuk umum ini digelar pada Ahad, 12 April 2026, mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai, bertempat di kawasan Utan Kayu Selatan, Jakarta Timur. Acara ini merupakan agenda rutin bulanan yang diselenggarakan oleh Yayasan Annursyiah dengan menghadirkan berbagai penceramah kompeten di bidangnya.

Dalam suasana hangat pasca-Idulfitri, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang saling memaafkan, tetapi juga ruang untuk memperdalam nilai-nilai keislaman melalui kajian yang disampaikan langsung oleh dzurriyah Rasulullah SAW.

“Kajian dhuha ini kami selenggarakan secara rutin setiap bulan dengan menghadirkan pemateri yang ahli di bidangnya, sebagai bagian dari ikhtiar meningkatkan kualitas keimanan masyarakat,” ujar Ahmad Lufni.

Sinergi Ibadah dan Pemberdayaan Ekonomi Umat

Selain fokus pada penguatan spiritual, kegiatan ini juga menghadirkan konsep pemberdayaan ekonomi umat melalui Bazaar UMKM yang melibatkan pelaku usaha kecil di sekitar lingkungan Utan Kayu Selatan.

Ahmad Lufni menegaskan, pihak yayasan berkomitmen untuk terus mendukung pertumbuhan UMKM melalui berbagai program nyata, termasuk penyediaan akses permodalan tanpa bunga.

“Kami memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk berkembang. Bahkan, melalui Yayasan Annursyiah, mereka bisa meminjam modal sebesar Rp500.000 tanpa bunga. Jika sudah lunas, bisa ditambah hingga jutaan rupiah,” ungkapnya.

Kehadiran bazaar ini diharapkan mampu menghidupkan suasana masjid sekaligus menjadi sarana promosi bagi produk-produk lokal jamaah.

Pesan Kajian: Istiqamah Setelah Ramadhan

Dalam ceramahnya, Habib Ahmad Mujtaba bin Shahab menekankan pentingnya menjaga konsistensi ibadah setelah bulan Ramadhan. Ia mengingatkan bahwa amalan baik yang telah dibiasakan selama Ramadhan seharusnya terus dilanjutkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita bisa meneruskan amalan-amalan di bulan Ramadhan di luar Ramadhan. Seperti membaca Al-Qur’an, menuntut ilmu hingga kebaikan-kebaikan yang kita lakukan dengan sungguh hati. Tapi setelah Ramadhan habis, kita perlu meneruskan itu,” kata Habib Ahmad.

Menurutnya, keberhasilan seorang Muslim bukan hanya terletak pada kesungguhan beribadah di bulan Ramadhan, tetapi juga pada kemampuannya menjaga istiqamah di bulan-bulan berikutnya.

Suasana Hangat dan Kebersamaan Jamaah

Selain rangkaian kajian, panitia juga menyiapkan sarapan pagi bagi para jamaah yang hadir. Terlihat suasana ramah tamah yang penuh keakraban, di mana para peserta saling berbincang dan mempererat ukhuwah sambil menikmati hidangan yang disediakan.

Momentum tersebut mencerminkan nilai kebersamaan yang menjadi inti dari Halal Bihalal, yakni memperkuat hubungan antarsesama dalam suasana penuh kekeluargaan.

Ajakan untuk Masyarakat

Kajian Dhuha dan Halal Bihalal ini menjadi momentum penting untuk memperkuat ukhuwah islamiyah di tengah masyarakat perkotaan yang dinamis. Selain memperdalam ilmu agama, jamaah juga diajak meraih keberkahan pagi melalui dzikir dan kebersamaan.

Pihak Masjid An Nursiyah mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk hadir dan mengikuti kegiatan serupa di waktu mendatang.

“Mari kita manfaatkan waktu pagi untuk menjemput keberkahan, memperkuat silaturahmi, dan menimba ilmu yang bermanfaat,” pungkasnya.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi juga berkembang menjadi gerakan kolektif dalam membangun masyarakat yang religius, mandiri, dan saling peduli.