banner 728x90

Dari Arena Lomba ke Jejak Sejarah: Nyoman Parta Hidupkan Kembali Kisah Heroik Merpati Pos

Img 20260426 160958
banner 120x600

GIAYAR – Suasana Lapangan Gianyar, Bali, Minggu pagi (26/4/2026), dipenuhi riuh tepuk tangan saat burung-burung merpati dilepas ke udara. Namun di balik kemeriahan lomba, Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan I Nyoman Parta menghadirkan perspektif berbeda—mengajak publik menengok sejarah perjuangan bangsa lewat kisah seekor burung.

Di tengah kehadirannya bersama Bupati Gianyar Agus Mahayastra dan sejumlah tokoh daerah, Parta tidak hanya menikmati perlombaan, tetapi juga membagikan refleksi mendalam tentang makna merpati dalam sejarah Indonesia.

Merpati: Dari Hobi ke Simbol Perjuangan

Bagi banyak peserta, lomba merpati adalah ajang adu ketangkasan dan keindahan. Namun bagi Parta, burung ini menyimpan nilai historis yang kuat.

Ia mengangkat kembali kisah legendaris “Letnan Anumerta Merpati Pos”, seekor burung yang berjasa dalam masa awal kemerdekaan Indonesia, tepatnya sekitar tahun 1946.

Saat komunikasi militer terbatas, merpati pos menjadi penghubung penting antarwilayah. Salah satunya dalam misi mengirim pesan dari Lamongan dan Bojonegoro menuju Surabaya sejauh kurang lebih 120 kilometer.

Kisah Pengorbanan yang Menggetarkan

Dalam perjalanannya, merpati tersebut ditembak oleh pasukan Belanda hingga mengalami luka serius di bagian sayap. Namun luar biasanya, burung itu tetap melanjutkan tugasnya.

Dengan kondisi terluka, ia berhasil mencapai tujuan dan menyampaikan pesan penting sebelum akhirnya gugur.

Atas jasanya, merpati tersebut dianugerahi gelar “Letnan Anumerta” sebuah penghormatan langka yang mencerminkan nilai pengabdian tanpa pamrih. Kini, jasadnya diawetkan dan disimpan di Museum Brawijaya.

Refleksi Nilai: Kesetiaan dan Naluri Pulang

Parta melihat kesamaan antara kisah sejarah tersebut dengan lomba merpati masa kini. Ia menilai, ada nilai-nilai yang tetap relevan:

1. Ketekunan dalam latihan

2. Naluri pulang yang kuat

3. Ikatan emosional antara manusia dan hewan

4. Semangat pantang menyerah

“Dari hal sederhana seperti hobi, kita bisa belajar nilai besar tentang kehidupan dan perjuangan,” tulisnya di media sosial.

I Nyoman Parta hadir dalam lomba merpati di Gianyar (26 April 2026) yang dihadiri tokoh daerah termasuk Agus Mahayastra

Pada kesempatan itu, Parta mengangkat kisah sejarah “Letnan Anumerta Merpati Pos” dari masa perjuangan 1946. Di mana Merpati tersebut tetap menyelesaikan misi meski tertembak saat membawa pesan penting.

Bahkan Burung itu dianugerahi gelar anumerta dan kini disimpan di Museum Brawijaya. Lomba merpati dinilai bukan sekadar hiburan, tetapi sarat nilai kesetiaan, ketekunan, dan pengabdian