JAKARTA – Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15, Bambang Soesatyo, mengajak komunitas otomotif di seluruh Indonesia untuk mengambil peran lebih aktif dalam mendukung penghematan bahan bakar minyak (BBM), seiring meningkatnya tekanan ekonomi global akibat krisis energi dunia.
Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri perayaan hari jadi ke-7 komunitas Motor Besar Indonesia (MBI) DKI Jakarta, Minggu (12/4/2026). Dalam kesempatan itu, Bamsoet menekankan pentingnya menjaga solidaritas komunitas sekaligus mengarahkan semangat kebersamaan (brotherhood) untuk kepentingan bangsa yang lebih luas.
“Komunitas otomotif bukan hanya sekadar wadah hobi, tetapi juga bisa menjadi kekuatan sosial yang mendorong persatuan dan berkontribusi dalam menghadapi tantangan nasional, termasuk krisis energi,” ujar Bamsoet.
Ia menjelaskan, dinamika geopolitik global, khususnya konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat, telah memicu ketidakstabilan pasokan energi dunia. Jalur distribusi strategis seperti Selat Hormuz menjadi titik krusial yang mempengaruhi harga minyak global.
“Ketika distribusi terganggu, harga minyak dunia langsung melonjak. Ini berdampak pada Indonesia sebagai negara yang masih mengandalkan impor energi, sehingga menambah beban subsidi dan menekan APBN,” jelasnya.
Data menunjukkan konsumsi BBM nasional terus meningkat, mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari, dengan mayoritas penggunaan berasal dari sektor transportasi. Dalam APBN 2026, pemerintah mengalokasikan lebih dari Rp 210 triliun untuk subsidi energi. Kenaikan harga minyak global sebesar USD 10 per barel bahkan berpotensi menambah beban negara hingga puluhan triliun rupiah.
Menurut Bamsoet, kondisi tersebut menuntut keterlibatan semua pihak, termasuk komunitas otomotif, untuk berkontribusi dalam penghematan energi melalui penggunaan kendaraan secara bijak, efisiensi perjalanan, serta kampanye sadar energi.
“Kalau komunitas otomotif bergerak bersama, dampaknya akan sangat besar. Mereka bisa menjadi contoh nyata bagaimana efisiensi energi dilakukan dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas energi melalui pengendalian distribusi BBM, penguatan cadangan energi nasional, serta pengembangan energi alternatif. Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan kebijakan tersebut sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat.
“Sinergi antara pemerintah dan masyarakat adalah kunci. Tanpa dukungan publik, kebijakan sebaik apa pun tidak akan berjalan optimal,” pungkas Bamsoet. (*)





