banner 728x90
Daerah  

ANSOR GOES TO SCHOOL: GP Ansor Maluku Utara Dorong Pelajar Berani Berkarya dan Berprestasi

Ansor Go To Scoll
Dok. GOES TO SCHOOL 2026 di SMA Negeri 1 Kota Ternate
banner 120x600

TERNATE, WMC Semangat kemerdekaan tak cukup hanya dirayakan dengan upacara dan seremoni. Bagi generasi muda, kemerdekaan harus menjadi energi untuk belajar, berkreasi, berprestasi, sekaligus berani mengambil peran dalam menentukan masa depan bangsa.

Semangat itulah yang dibawa Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor (PW GP Ansor) Provinsi Maluku Utara melalui program ANSOR GOES TO SCHOOL 2026 yang mengusung tema “Merdeka Belajar, Berkarya untuk Indonesia.”

Program yang berlangsung pada 10–15 Agustus 2026 tersebut menyasar sejumlah SMA/SMK di Kota Ternate. Tak sekadar berkunjung ke sekolah, GP Ansor menghadirkan ruang dialog, edukasi, inspirasi, dan kolaborasi bersama para pelajar untuk membicarakan berbagai hal yang dekat dengan kehidupan generasi muda.

Mulai dari kepemimpinan, kreativitas, toleransi, literasi, hingga keberanian untuk bermimpi dan menghasilkan karya menjadi bagian dari pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Pada hari pertama, Senin (10/8/2026), ANSOR GOES TO SCHOOL 2026 digelar di SMA Negeri 1 Kota Ternate dan SMA Negeri 10 Kota Ternate. Kegiatan dikemas melalui agenda “Ngobrol Bersama SMA/SMK se-Kota Ternate”, dengan suasana dialog yang terbuka, interaktif, dan melibatkan langsung para pelajar.

Ketua PW GP Ansor Provinsi Maluku Utara, Syarif Abdullah, mengatakan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia harus menjadi kesempatan untuk mengajak generasi muda memahami bahwa kemerdekaan memiliki makna yang jauh lebih luas.

Menurutnya, perjuangan generasi saat ini bukan lagi mengangkat senjata, melainkan mengisi kemerdekaan melalui pendidikan, kreativitas, inovasi, kerja nyata, dan kontribusi positif bagi masyarakat.

“Kemerdekaan bukan hanya tentang bagaimana kita mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi bagaimana kita mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata. Anak-anak muda hari ini adalah pemilik masa depan Indonesia. Karena itu, mereka harus memiliki keberanian untuk bermimpi, kemampuan berpikir kritis, kreativitas untuk berkarya, serta karakter yang kuat,” ujar Syarif Abdullah.

Ia menilai sekolah memiliki posisi yang sangat strategis dalam membentuk karakter, pola pikir, dan kepemimpinan generasi muda. Karena itu, GP Ansor ingin hadir lebih dekat dengan pelajar, bukan hanya untuk menyampaikan pesan, tetapi juga mendengarkan langsung suara dan gagasan mereka.

“ANSOR GOES TO SCHOOL bukan sekadar kegiatan datang ke sekolah, kemudian berbicara kepada siswa. Kami ingin membangun dialog. Kami ingin mendengar apa yang dipikirkan anak-anak muda, apa yang menjadi kegelisahan mereka, apa cita-cita mereka, dan bagaimana kita bersama-sama mencari jalan agar potensi mereka dapat berkembang,” katanya.

Syarif juga menyoroti tantangan yang dihadapi generasi muda di tengah perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat. Menurutnya, kemudahan memperoleh informasi harus diimbangi dengan kemampuan memilah dan memahami informasi secara kritis.

Ia mengingatkan bahwa generasi muda tidak boleh hanya menjadi konsumen informasi, tetapi harus mampu menjadi pribadi yang produktif, kreatif, dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi.

“Generasi muda hari ini hidup dalam dunia yang sangat terbuka. Informasi datang begitu cepat dan tidak semuanya memiliki nilai positif. Karena itu, kemampuan berpikir kritis, literasi, toleransi, dan kecintaan terhadap bangsa menjadi sangat penting,” tutur Syarif.

“Kita ingin anak-anak muda Maluku Utara tumbuh sebagai generasi yang terbuka, tetapi tetap memiliki karakter dan identitas kebangsaan,” sambungnya.

Menurut Syarif, nilai toleransi dan semangat kebangsaan juga menjadi semakin penting untuk terus diperkuat di kalangan pelajar. Keragaman yang dimiliki Indonesia, termasuk Maluku Utara, harus dipandang sebagai kekuatan yang dapat mempererat persatuan. Karena itu, GP Ansor berkomitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi antara organisasi kepemudaan dan dunia pendidikan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, kemampuan berorganisasi, jiwa kepemimpinan, dan keberanian untuk mengambil keputusan.(wmc/red)