banner 728x90

DPR RI Soroti Pentingnya Sinergi di May Day 2026, Habib Aboe: Buruh Pilar Utama Kemajuan Industri

File 0000000096a0720799869f5b3f66fd58
banner 120x600

JAKARTA – Momentum peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 dimanfaatkan untuk memperkuat kolaborasi antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah dalam mendorong kemajuan industri nasional. Anggota Komisi III DPR RI, Habib Aboe Bakar Alhabsyi, menegaskan bahwa sinergi yang konstruktif menjadi kunci dalam menciptakan kesejahteraan pekerja sekaligus menjaga stabilitas ekonomi.

Menurutnya, tema besar May Day tahun ini, “Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja”, mencerminkan arah baru hubungan industrial di Indonesia yang lebih mengedepankan dialog daripada konfrontasi.

“Buruh adalah tulang punggung pembangunan nasional. Karena itu, pendekatan kolaboratif harus menjadi fondasi dalam membangun hubungan industrial yang sehat dan berkelanjutan,” ujar Habib Aboe dalam keterangannya, Jumat (1/5/2026).

Ia menambahkan, peringatan May Day tidak hanya menjadi ajang penyampaian aspirasi, tetapi juga ruang refleksi bersama untuk memperkuat komitmen menuju kesejahteraan bersama. Tagline “Satu Tekad, Satu Tujuan, Sejahtera Bersama” dinilai sebagai semangat kolektif yang harus diwujudkan dalam kebijakan nyata.

Puncak peringatan May Day 2026 dipusatkan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, dengan dihadiri berbagai elemen buruh dari seluruh Indonesia. Sejumlah isu strategis menjadi sorotan, mulai dari keadilan upah, perlindungan sosial, hingga penolakan terhadap pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak.

Habib Aboe juga menyoroti pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), yang harus diiringi dengan perlindungan terhadap tenaga kerja agar tidak terjadi eksploitasi.

“Transformasi digital tidak boleh meninggalkan buruh. Justru harus menjadi peluang untuk meningkatkan kualitas kerja dan kesejahteraan mereka,” tegasnya.

Selain itu, isu “Green Jobs” atau pekerjaan berbasis ekonomi hijau dinilai sebagai peluang besar yang harus dimanfaatkan Indonesia untuk menciptakan lapangan kerja baru yang berkelanjutan. Ia juga menekankan perlunya penguatan perlindungan terhadap pekerja perempuan sebagai bagian dari komitmen terhadap keadilan sosial.

Dalam kesempatan tersebut, Habib Aboe turut mengapresiasi peran aparat keamanan, khususnya Polri, dalam menjaga kondusivitas peringatan May Day agar berlangsung aman dan tertib. Ia menilai stabilitas keamanan menjadi faktor penting dalam memastikan aspirasi buruh dapat tersampaikan dengan baik.

“Keamanan yang terjaga adalah fondasi bagi demokrasi yang sehat. Kita ingin May Day menjadi momentum persatuan, bukan perpecahan,” katanya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa peran buruh sangat strategis dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan perlindungan hak pekerja harus menjadi prioritas nasional.

“Buruh berdaya, ekonomi jaya. Ini bukan sekadar slogan, tetapi arah kebijakan yang harus kita wujudkan bersama,” pungkasnya.