banner 728x90
Daerah  

Adde Rosi dan Alien Mus Bangun Sinergi “Tukar Program”, Kolaborasi Lintas Komisi DPR RI untuk Perkuat Pendidikan dan Pertanian

Screenshot 20260706 092532 Gallery
banner 120x600

JAKARTA – Aspirasi masyarakat tidak selalu dapat dijawab melalui satu bidang kerja saja. Berangkat dari pemahaman tersebut, Anggota Adde Rosi Khoerunnisa menggagas kolaborasi lintas komisi bersama sesama legislator Fraksi Partai Golkar, Alien Mus, untuk memperluas manfaat program pemerintah bagi masyarakat. Sinergi tersebut diwujudkan melalui konsep “Tukar Program”, yang mengombinasikan program sektor pendidikan dengan bantuan pertanian sesuai kebutuhan daerah pemilihan masing-masing.

Gagasan tersebut disampaikan Adde Rosi saat bertemu masyarakat dalam kegiatan penyerapan aspirasi dan kembali ditegaskan melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Dalam unggahan itu, ia menekankan bahwa perjuangan memenuhi kebutuhan masyarakat tidak boleh dibatasi oleh ruang lingkup komisi di DPR RI. Menurutnya, sinergi antarsesama anggota legislatif merupakan cara efektif untuk menghadirkan solusi yang lebih luas dan tepat sasaran.

Sebagai anggota Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan, kebudayaan, riset, olahraga, dan perpustakaan, Adde Rosi selama ini aktif memperjuangkan berbagai program pendidikan, seperti beasiswa, peningkatan sarana dan prasarana sekolah, serta dukungan bagi tenaga pendidik. Namun, saat menyerap aspirasi masyarakat di Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang, ia melihat kebutuhan warga tidak hanya berkaitan dengan pendidikan.

Mayoritas masyarakat di daerah pemilihannya menggantungkan hidup pada sektor pertanian. Kondisi tersebut mendorong Adde Rosi mencari solusi agar kebutuhan para petani juga dapat diperjuangkan, meski bukan menjadi ruang lingkup komisi yang ditempatinya.

Melalui komunikasi dengan Alien Mus yang bertugas di Komisi IV DPR RI, lahirlah gagasan untuk menyelaraskan berbagai program sesuai karakteristik daerah masing-masing. Komisi IV sendiri membidangi sektor pertanian, kehutanan, kelautan, perikanan, dan pangan sehingga memiliki akses terhadap berbagai program bantuan alat dan mesin pertanian.

Dalam pertemuan bersama masyarakat, Adde Rosi menjelaskan bahwa dirinya mengajak Alien Mus melakukan kolaborasi melalui skema “Tukar Program”. Ia mengusulkan agar bantuan alat dan mesin pertanian seperti hand traktor lebih banyak dialokasikan ke Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang yang memiliki basis petani cukup besar. Sebagai gantinya, program pendidikan seperti beasiswa dapat disesuaikan untuk mendukung kebutuhan daerah pemilihan Alien Mus di Maluku Utara.

Menurut Adde Rosi, langkah tersebut merupakan implementasi nyata semangat gotong royong di parlemen. Baginya, keberadaan anggota DPR RI dari berbagai komisi justru menjadi peluang untuk membangun kerja sama demi menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Pendekatan tersebut dinilai menarik karena mampu menjembatani kebutuhan masyarakat yang sering kali tidak dapat dipisahkan berdasarkan sektor. Pendidikan dan pertanian merupakan dua bidang yang saling berkaitan. Peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan kondisi ekonomi masyarakat yang baik, sementara sektor pertanian yang produktif akan meningkatkan kesejahteraan keluarga sehingga akses terhadap pendidikan juga semakin terbuka.

Pilihan memperjuangkan bantuan alat dan mesin pertanian juga sejalan dengan potensi daerah pemilihannya. Kabupaten Pandeglang dikenal sebagai salah satu lumbung pangan di Provinsi Banten dengan produksi padi yang terus memberikan kontribusi besar terhadap ketahanan pangan. Produktivitas lahan yang tinggi membuat kebutuhan terhadap alat pertanian modern semakin penting agar proses budidaya menjadi lebih efisien.

Hal yang sama juga terlihat di Kabupaten Lebak yang memiliki kawasan pertanian luas dengan produksi gabah mencapai ratusan ribu ton setiap tahun. Dukungan berupa alsintan seperti hand traktor diharapkan mampu mempercepat pengolahan lahan, meningkatkan produktivitas, sekaligus mengurangi biaya produksi yang ditanggung para petani.

Meski demikian, Adde Rosi menegaskan bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas utama perjuangannya di Komisi X DPR RI. Program beasiswa, peningkatan kualitas sekolah, hingga penguatan sumber daya manusia akan terus diperjuangkan secara berkelanjutan. Menurutnya, pembangunan daerah hanya akan berhasil apabila sektor pendidikan dan sektor ekonomi berjalan beriringan.

Dalam unggahan di Instagram pribadinya, Adde Rosi menulis bahwa aspirasi masyarakat tidak mengenal sekat pembatas. Demi memperjuangkan kebutuhan warga Lebak dan Pandeglang, sinergi dan kolaborasi menjadi kunci utama. Ia menyampaikan rasa syukur karena dapat membangun kolaborasi bersama Alien Mus melalui konsep “Tukar Program”, yakni menyelaraskan bantuan alsintan dari sektor pertanian dengan program beasiswa dan penguatan pendidikan.

Adde Rosi menilai kolaborasi tersebut merupakan esensi nyata kerja gotong royong di parlemen. Melalui sinergi lintas komisi, cakupan bantuan diharapkan semakin luas, tepat sasaran, serta memberikan dampak konkret terhadap peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat.

Kolaborasi antara Adde Rosi dan Alien Mus sekaligus menunjukkan bahwa koordinasi antarkomisi di DPR RI dapat menjadi salah satu model untuk mempercepat penyaluran program kepada masyarakat. Dengan mengedepankan kebutuhan riil daerah dibanding sekadar batas kewenangan komisi, kedua legislator Fraksi Partai Golkar tersebut berharap semakin banyak warga yang merasakan manfaat langsung dari berbagai program pembangunan.

Bagi Adde Rosi, keberhasilan seorang wakil rakyat bukan hanya diukur dari banyaknya program yang dibawa ke daerah, melainkan juga dari kemampuannya membangun kolaborasi dan menghadirkan solusi nyata. Bersama Alien Mus, ia berharap sinergi antara sektor pendidikan dan pertanian dapat terus diperkuat sehingga manfaat pembangunan benar-benar dirasakan oleh masyarakat, khususnya di Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang.